Skripsi
Local Market Infrastructure Under Spatial Remoteness In The Presence Of Archipelagic Connectivity Constraints
Pengarang:
Wildan Zainul Fuady - ; Muhammad Halley Yudhistira (Pembimbing/Promotor) - ; Paksi C.K. Walandouw (Penguji) - ; Witri Indriyani (Penguji) -
Deskripsi
Keterisolasian spasial merupakan salah satu tantangan utama dalam penyediaan
infrastruktur ekonomi lokal di negara kepulauan seperti Indonesia. Desa-desa yang sulit
menjangkau pusat-pusat ekonomi menghadapi biaya transportasi yang lebih tinggi,
konektivitas pasar yang lebih lemah, dan keterbatasan akses terhadap barang serta
layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keterisolasian
spasial dan infrastruktur pasar lokal di tingkat desa di Indonesia, dengan membedakan
pasar menjadi pasar total, pasar modern, dan pasar tradisional. Penelitian ini
menggunakan data panel desa dari Potensi Desa (PODES) tahun 2014 dan 2024 yang
digabungkan dengan indeks keterisolasian berbasis waktu tempuh tercepat antardesa
dibagi dengan bobot populasi kabupaten/kota tujuan. Metode estimasi yang digunakan
adalah model two-way fixed effects dengan fixed effects desa dan island-year fixed
effects, serta standard error yang diklaster pada tingkat desa. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa keterisolasian spasial berasosiasi positif dan signifikan dengan
jumlah pasar total dan pasar tradisional, serta berasosiasi negatif dan signifikan dengan
jumlah pasar modern dalam sampel penuh. Analisis heterogenitas menunjukkan bahwa
hubungan positif dengan pasar total dan pasar tradisional terutama terlihat di luar Jawa,
sedangkan hubungan negatif dengan pasar modern ditemukan baik di Jawa maupun di
luar Jawa. Temuan ini menunjukkan bahwa keterisolasian berkaitan secara berbeda
dengan setiap jenis infrastruktur pasar lokal.
infrastruktur ekonomi lokal di negara kepulauan seperti Indonesia. Desa-desa yang sulit
menjangkau pusat-pusat ekonomi menghadapi biaya transportasi yang lebih tinggi,
konektivitas pasar yang lebih lemah, dan keterbatasan akses terhadap barang serta
layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keterisolasian
spasial dan infrastruktur pasar lokal di tingkat desa di Indonesia, dengan membedakan
pasar menjadi pasar total, pasar modern, dan pasar tradisional. Penelitian ini
menggunakan data panel desa dari Potensi Desa (PODES) tahun 2014 dan 2024 yang
digabungkan dengan indeks keterisolasian berbasis waktu tempuh tercepat antardesa
dibagi dengan bobot populasi kabupaten/kota tujuan. Metode estimasi yang digunakan
adalah model two-way fixed effects dengan fixed effects desa dan island-year fixed
effects, serta standard error yang diklaster pada tingkat desa. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa keterisolasian spasial berasosiasi positif dan signifikan dengan
jumlah pasar total dan pasar tradisional, serta berasosiasi negatif dan signifikan dengan
jumlah pasar modern dalam sampel penuh. Analisis heterogenitas menunjukkan bahwa
hubungan positif dengan pasar total dan pasar tradisional terutama terlihat di luar Jawa,
sedangkan hubungan negatif dengan pasar modern ditemukan baik di Jawa maupun di
luar Jawa. Temuan ini menunjukkan bahwa keterisolasian berkaitan secara berbeda
dengan setiap jenis infrastruktur pasar lokal.