Skripsi
Pengaruh Kredit dan Pembiayaan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Regional di Indonesia: Analisis Berdasarkan Jenis Penggunaan, Sektor Ekonomi, dan Moderasi IPM serta IKK pada Perbankan Konvensional dan Syariah Periode 2015-2025
Pengarang:
Teuku Muhammad Nazhif Syauqi - ; Nur Dhani Hendranastiti (Pembimbing/Promotor) - ; Adi Waskito (Penguji) - ; Zuliani Dalimunthe (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kredit perbankan konvensional dan pembiayaan perbankan syariah terhadap pertumbuhan ekonomi regional di Indonesia, baik secara total, berdasarkan jenis penggunaan (investasi, modal kerja, dan konsumsi), maupun berdasarkan sektor ekonomi, dengan mempertimbangkan peran moderasi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK). Penelitian menggunakan data panel 33 provinsi periode Q1 2015 – Q2 2025 yang diestimasi dengan Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredit konvensional dan pembiayaan syariah secara total masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB, dengan pembiayaan syariah menunjukkan konsistensi dampak yang lebih kuat berkat karakteristik operasionalnya yang berbasis akad dan terhubung langsung dengan sektor riil. Berdasarkan jenis penggunaan, hanya kredit konsumsi konvensional yang terbukti signifikan, sementara seluruh jenis pembiayaan syariah (investasi, modal kerja, dan konsumsi) menunjukkan pengaruh positif dan signifikan. Peran moderasi IPM hanya terbukti secara parsial pada interaksi dengan pembiayaan konsumsi syariah, sedangkan IKK terbukti sebagai pendorong langsung pertumbuhan ekonomi namun justru memperlemah saluran intermediasi perbankan ketika sentimen ekonomi membaik. Secara sektoral, pembiayaan syariah memberikan dampak yang lebih luas dan merata dibandingkan kredit konvensional. Temuan ini mengimplikasikan perlunya penguatan kebijakan kredit produktif pada perbankan konvensional, percepatan pengembangan perbankan syariah, serta integrasi program peningkatan IPM dengan perluasan akses pembiayaan daerah guna mendukung target pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029.