Skripsi
Pengaruh Servant Leadership dan Psychological Capital terhadap Happiness at Work melalui Mediasi Job Crafting terhadap pada Karyawan Generasi Z: Studi Empiris pada Perushaan Bank Digital di Wilayah Jabodetabek
Pengarang:
Naila Faskia Maulida - ; Aryana Satrya (Pembimbing/Promotor) - ; Ayu Aprilianti (Penguji) - ; Fanny Martdianty (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menginvestigasi secara empiris pengaruh Servant Leadership dan
Psychological Capital terhadap Happiness at Work melalui peran Job Crafting
sebagai mediator pada karyawan Generasi Z di perusahaan bank digital wilayah
Jabodetabek. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan industri bank
digital yang menuntut karyawan untuk mampu beradaptasi dengan perubahan
teknologi, bekerja secara kolaboratif, menjaga akurasi, serta tetap mematuhi
regulasi perbankan. Dalam konteks tersebut, Happiness at Work menjadi penting
untuk diperhatikan, terutama bagi karyawan Generasi Z yang memiliki kebutuhan
terhadap dukungan atasan, peluang pengembangan, dan pengalaman kerja yang
bermakna. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dengan pengukuran skala
Likert 7 poin. Data utama diperoleh dari 264 responden yang telah memenuhi
kriteria penelitian setelah melalui proses screening dan cleaning data. Analisis data
dilakukan menggunakan teknik Structural Equation Modeling (SEM) dengan
perangkat lunak LISREL 10.2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Servant
Leadership dan Psychological Capital berpengaruh positif dan signifikan terhadap
Happiness at Work. Selain itu, Servant Leadership dan Psychological Capital juga
berpengaruh positif dan signifikan terhadap Job Crafting, serta Job Crafting
berpengaruh positif dan signifikan terhadap Happiness at Work. Hasil pengujian
mediasi menunjukkan bahwa Job Crafting memediasi secara parsial hubungan
antara Servant Leadership dan Happiness at Work, serta hubungan antara
x
Psychological Capital dan Happiness at Work. Temuan penelitian ini menunjukkan
bahwa kebahagiaan kerja karyawan Generasi Z di perusahaan bank digital dapat
diperkuat melalui kepemimpinan yang melayani, modal psikologis yang positif,
dan kemampuan karyawan untuk menyesuaikan pekerjaannya secara proaktif
dalam batas peran dan prosedur organisasi. Penelitian ini berkontribusi dalam
memperluas kajian manajemen sumber daya manusia, khususnya mengenai
Happiness at Work, Servant Leadership, Psychological Capital, dan Job Crafting
dalam konteks kerja bank digital.
Psychological Capital terhadap Happiness at Work melalui peran Job Crafting
sebagai mediator pada karyawan Generasi Z di perusahaan bank digital wilayah
Jabodetabek. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan industri bank
digital yang menuntut karyawan untuk mampu beradaptasi dengan perubahan
teknologi, bekerja secara kolaboratif, menjaga akurasi, serta tetap mematuhi
regulasi perbankan. Dalam konteks tersebut, Happiness at Work menjadi penting
untuk diperhatikan, terutama bagi karyawan Generasi Z yang memiliki kebutuhan
terhadap dukungan atasan, peluang pengembangan, dan pengalaman kerja yang
bermakna. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dengan pengukuran skala
Likert 7 poin. Data utama diperoleh dari 264 responden yang telah memenuhi
kriteria penelitian setelah melalui proses screening dan cleaning data. Analisis data
dilakukan menggunakan teknik Structural Equation Modeling (SEM) dengan
perangkat lunak LISREL 10.2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Servant
Leadership dan Psychological Capital berpengaruh positif dan signifikan terhadap
Happiness at Work. Selain itu, Servant Leadership dan Psychological Capital juga
berpengaruh positif dan signifikan terhadap Job Crafting, serta Job Crafting
berpengaruh positif dan signifikan terhadap Happiness at Work. Hasil pengujian
mediasi menunjukkan bahwa Job Crafting memediasi secara parsial hubungan
antara Servant Leadership dan Happiness at Work, serta hubungan antara
x
Psychological Capital dan Happiness at Work. Temuan penelitian ini menunjukkan
bahwa kebahagiaan kerja karyawan Generasi Z di perusahaan bank digital dapat
diperkuat melalui kepemimpinan yang melayani, modal psikologis yang positif,
dan kemampuan karyawan untuk menyesuaikan pekerjaannya secara proaktif
dalam batas peran dan prosedur organisasi. Penelitian ini berkontribusi dalam
memperluas kajian manajemen sumber daya manusia, khususnya mengenai
Happiness at Work, Servant Leadership, Psychological Capital, dan Job Crafting
dalam konteks kerja bank digital.