Skripsi
Pengaruh Kepemilikan Institusional dan Kepemilikan Manajerial terhadap Kinerja Keuangan dengan Komisaris Independen sebagai Variabel Mediasi pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2024
Pengarang:
Nasywa Dhya Ashila - ; Eko Rizkianto (Pembimbing/Promotor) - ; Muhammad Budi Prasetyo (Pembimbing/Promotor) - ; Nur Dhani Hendranastiti (Penguji) - ; Shalahuddin Haikal (Penguji) -
Deskripsi
Studi ini menganalisis pengaruh kepemilikan institusional (IO) dan kepemilikan manajerial (MO) terhadap Net Profit Margin, Asset Turnover, Return on Assets, dan Return on Equity pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015 hingga 2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan di mana rata-rata IO yang konsisten sebesar 67% tidak mampu menopang kinerja keuangan yang mengalami tren penurunan sepanjang periode penelitian. Dengan menggunakan kerangka DuPont Analysis, studi ini memisahkan ROA menjadi komponen NPM dan AT sebagai variabel dependen yang terpisah, sehingga dapat mengidentifikasi secara granular dimensi kinerja di mana tata kelola berbasis kepemilikan sesungguhnya bekerja. Sampel penelitian terdiri dari 76 perusahaan manufaktur dengan total 760 observasi, dianalisis menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model dan Random Effect Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IO tidak berpengaruh signifikan terhadap NPM, AT, dan ROA, namun berpengaruh positif signifikan terhadap ROE. Sementara MO tidak berpengaruh signifikan terhadap NPM, ROA, dan ROE, namun berpengaruh positif signifikan terhadap AT. Pengujian peran mediasi komisaris independen menggunakan prosedur Baron dan Kenny (1986) menunjukkan bahwa komisaris independen tidak terbukti memediasi pengaruh IO terhadap kinerja keuangan, mengonfirmasi bahwa jalur transmisi IO melalui dewan komisaris tidak aktif dalam konteks sampel yang kepemilikan institusionalnya didominasi investor terafiliasi. Temuan ini secara keseluruhan menegaskan bahwa pengaruh struktur kepemilikan terhadap kinerja keuangan bersifat selektif dan bergantung pada proksi yang digunakan.