Skripsi
Pengaruh Kepemilikan Negara, Kepemilikan Asing, dan Konsentrasi Kepemilikan terhadap Imbal hasil dan Volatilitas Saham pada Periode Ketidakpastian Ekonomi: Studi Empiris pada Bursa Efek Indonesia
Pengarang:
Muhammad Firman Diaz Pradana - ; Dony Abdul Chalid (Pembimbing/Promotor) - ; Eka Pria Anas (Penguji) - ; Helman Arif (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis pengaruh struktur kepemilikan terhadap kinerja pasar saham perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode Q1 2016 hingga Q4 2025. Struktur kepemilikan diukur melalui tiga dimensi: kepemilikan negara, kepemilikan asing, dan konsentrasi kepemilikan. Kinerja pasar saham diukur menggunakan cumulative abnormal return (CAR) sebagai proksi imbal hasil dan standar deviasi abnormal return (DEV) sebagai proksi volatilitas. Ketidakpastian ekonomi diproksikan melalui CDS Indonesia 5 tahun, dengan nilai median sebagai titik pemisah antara periode High Uncertainty dan Low Uncertainty. Pengujian dilakukan terhadap dua belas hipotesis menggunakan Pooled OLS dengan clustered standard error by ticker, industry fixed effects, dan period fixed effects, pada sampel 462 perusahaan dengan 18.480 observasi kuartalan.
Hasil penelitian menunjukkan tiga pola utama. Pertama, pengaruh kepemilikan negara bersifat kondisional: tidak signifikan pada periode High Uncertainty, namun signifikan negatif terhadap imbal hasil dan volatilitas pada periode Low Uncertainty. Kondisi ini mencerminkan keseimbangan antara efek perlindungan implisit pemerintah dan efek political interference yang saling mengimbangi pada periode tekanan tinggi. Kedua, kepemilikan asing tidak berpengaruh signifikan terhadap volatilitas saham pada periode High Uncertainty, namun berpengaruh negatif secara marginal pada periode Low Uncertainty. Kepemilikan asing juga berpengaruh signifikan negatif terhadap imbal hasil pada periode Low Uncertainty, namun dengan besaran koefisien yang sangat kecil sehingga signifikansinya lebih bersifat statistik daripada ekonomis. Ketiga, konsentrasi kepemilikan menunjukkan profil risk-return yang asimetris dan persisten: berpengaruh positif signifikan terhadap imbal hasil di kedua kondisi, konsisten dengan monitoring hypothesis, sekaligus berpengaruh positif signifikan terhadap volatilitas di kedua kondisi, mencerminkan entrenchment risk bagi investor minoritas. Dari dua belas hipotesis yang diuji, sembilan didukung, dan tiga tidak didukung.
Hasil penelitian menunjukkan tiga pola utama. Pertama, pengaruh kepemilikan negara bersifat kondisional: tidak signifikan pada periode High Uncertainty, namun signifikan negatif terhadap imbal hasil dan volatilitas pada periode Low Uncertainty. Kondisi ini mencerminkan keseimbangan antara efek perlindungan implisit pemerintah dan efek political interference yang saling mengimbangi pada periode tekanan tinggi. Kedua, kepemilikan asing tidak berpengaruh signifikan terhadap volatilitas saham pada periode High Uncertainty, namun berpengaruh negatif secara marginal pada periode Low Uncertainty. Kepemilikan asing juga berpengaruh signifikan negatif terhadap imbal hasil pada periode Low Uncertainty, namun dengan besaran koefisien yang sangat kecil sehingga signifikansinya lebih bersifat statistik daripada ekonomis. Ketiga, konsentrasi kepemilikan menunjukkan profil risk-return yang asimetris dan persisten: berpengaruh positif signifikan terhadap imbal hasil di kedua kondisi, konsisten dengan monitoring hypothesis, sekaligus berpengaruh positif signifikan terhadap volatilitas di kedua kondisi, mencerminkan entrenchment risk bagi investor minoritas. Dari dua belas hipotesis yang diuji, sembilan didukung, dan tiga tidak didukung.