Skripsi
Dampak Pengeluaran Pemerintah Daerah dan Investasi di Sektor terkait Human Capital dalam Perspektif Maqashid Syariah terhadap Perekonomian Daerah Provinsi DI Yogyakarta: Analisis Input-Output
Pengarang:
Adibah Seila Nafaza - ; Nurkholis (Pembimbing/Promotor) - ; Djoni Hartono (Penguji) - ; Yusuf Wibisono (Penguji) -
Deskripsi
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat Indeks Pembangunan Manusia tertinggi kedua di Indonesia pada tahun 2025. Namun, capaian tersebut belum sepenuhnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang produktif karena struktur perekonomiannya masih didominasi oleh sektor konsumsi dan pariwisata. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak investasi pada sektor pendidikan, kesehatan, serta informasi dan komunikasi yang diposisikan sebagai representasi pemeliharaan akal (hifz al-'aql), jiwa (hifz al-nafs), dan harta (hifz al-mal) dalam perspektif Maqashid Syariah. Analisis dilakukan dengan menggunakan Tabel Input-Output DIY yang dimutakhirkan ke tahun 2025 melalui metode RAS untuk mensimulasikan empat skenario investasi hingga tahun 2029. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skenario stimulus gabungan pada tahun 2025 menghasilkan tambahan output sebesar Rp8,30 triliun, Nilai Tambah Bruto sebesar Rp5,26 triliun, pendapatan masyarakat sebesar Rp3,11 triliun, serta penyerapan tenaga kerja sebanyak 39.304 orang. Dampak positif tersebut diperkirakan berlanjut pada periode 2026–2029 dengan peningkatan terbesar terjadi pada indikator pendapatan masyarakat. Temuan ini mengonfirmasi bahwa investasi pada sektor berbasis human capital memberikan dampak yang lebih besar terhadap pendapatan masyarakat dibandingkan terhadap output maupun penyerapan tenaga kerja, sehingga diperlukan reorientasi belanja pemerintah menuju peningkatan kualitas sumber daya manusia dan percepatan digitalisasi layanan publik.