Skripsi
Analisis Kesenjangan Pendapatan Gender pada Pekerja Gig di Indonesia
Pengarang:
Anggito Damar Abimanyu - ; Sartika Djamaluddin (Penguji) - ; Muhammad Hanri (Pembimbing/Promotor) - ; Arip Muttaqien (Penguji) -
Deskripsi
Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan pendapatan gender pada pekerja gig di Indonesia dengan menggunakan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2024. Dengan menggunakan metode Heckman two-step selection untuk mengoreksi bias seleksi dan dekomposisi Oaxaca-Blinder untuk mengurai sumber kesenjangan, studi ini membandingkan 11.392 pekerja gig dengan 95.074 pekerja berusaha sendiri non-gig. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara agregat tidak terdapat kesenjangan pendapatan gender yang signifikan secara statistik pada pekerja gig. Namun, dekomposisi menunjukkan adanya dua mekanisme yang saling meniadakan. Komponen explained yang menguntungkan perempuan karena keunggulan pendidikan dan pelatihan serta komponen unexplained yang menguntungkan laki-laki. Temuan ini berbeda dengan kesenjangan penghasilan pada pekerja non-gig yang menunjukkan kesenjangan signifikan sebesar 33,6 persen yang didominasi oleh komponen unexplained. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekonomi gig tidak menghilangkan kesenjangan pendapatan gender, melainkan mengubah strukturnya melalui proses seleksi yang ketat bagi perempuan. Perempuan yang berhasil masuk ke ekonomi gig cenderung memiliki karakteristik modal manusia yang lebih unggul dibandingkan laki-laki yang menjelaskan mengapa kesenjangan agregat tidak terlihat. Namun, keberadaan komponen unexplained yang signifikan mengindikasikan adanya perbedaan struktural dalam mekanisme pembentukan pendapatan di platform digital. Penelitian ini menekankan pentingnya kebijakan yang tidak hanya berfokus pada akses partisipasi, tetapi juga pada transparansi desain algoritma platform dan perbaikan skema insentif untuk memastikan keadilan pendapatan bagi pekerja perempuan dan laki-laki.