Skripsi
Dampak Guncangan Geopolitik US-Iran Terhadap Pasar Saham Syariah dan Konvensional Global: Event study Operation Epic Fury
Pengarang:
Moh. Ghalib Abdurahman - ; Permata Wulandari (Pembimbing/Promotor) - ; Ruri Eka Fauziah Nasution (Penguji) - ; Nur Dhani Hendranastiti (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini mengkaji dampak guncangan geopolitik Operation Epic Fury, operasi militer Amerika Serikat terhadap fasilitas Iran pada 28 Februari 2026 terhadap indeks saham syariah dan konvensional global, serta menguji determinan variasi reaksi pasar antar indeks. Menggunakan kerangka event study MacKinlay (1997) dengan Market Model dan MSCI ACWI sebagai benchmark pasar global, penelitian ini mengestimasi cumulative abnormal return (CAR) pada lima event window untuk sampel 84 indeks dari 54 negara, terdiri atas 30 indeks syariah dan 54 indeks konvensional dengan struktur 30 pasang berpasangan. Tahap kedua menggunakan tiga model Regresi Cross-Sectional pooled regression (Model 1), difference regression pada sampel berpasangan (Model 2), dan pooled regression dengan dummy kawasan (Model 3) yang dijalankan pada lima event window sehingga menghasilkan 15 spesifikasi regresi untuk pengujian robustness. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, Operation Epic Fury menghasilkan reaksi negatif yang signifikan dengan rata-rata CAR(-1,+1) sebesar -2.39% (t = -4.060, p < 0.001), konsentrasi pada periode pasca event date, konsisten dengan prediksi Efficient Market Hypothesis bentuk semi-kuat. Kedua, karakter syariah indeks tidak terbukti secara konsisten memberikan resiliensi terhadap shock geopolitik berbasis energi pada 15 spesifikasi regresi, dengan temuan kontraintuitif bahwa indeks konvensional Eropa justru menunjukkan reaksi positif (+1.92%) sementara indeks syariah Eropa mengalami penurunan terdalam (-6.03%). Ketiga, nilai tukar dan momentum pre-event muncul sebagai determinan dominan dalam menjelaskan perbedaan reaksi antar indeks, dengan saluran nilai tukar menunjukkan threshold effect non-linear yang signifikan. Temuan ini memperkaya literatur keuangan Islam dengan memberikan bukti empiris bahwa resiliensi pasar saham syariah bersifat kontekstual efektif pada krisis finansial sistemik namun terbatas pada shock geopolitik yang menyerang struktur biaya operasional sektor riil melalui disrupsi pasokan energi.