Skripsi
Analisis Struktur Liabilitas Optimal: Antara Simpanan Mudharabah dan Pendanaan Pasar Uang Antar Bank Syariah (PUAS) Terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia Pada Tahun 2010-2024
Pengarang:
Rafly Aulia - ; Permata Wulandari (Pembimbing/Promotor) - ; Ronald Rulindo (Penguji) - ; Ruri Eka Fauziah Nasution (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis pengaruh komposisi struktur liabilitas Bank Umum Syariah
di Indonesia, yaitu Simpanan Mudharabah sebagai passive liabilities dan Pendanaan PUAS
sebagai active liabilities terhadap profitabilitas, serta menguji eksistensi hubungan non-linear
dan peran moderasi Financing to Deposit Ratio (FDR). Data berupa laporan keuangan tahunan
12 BUS periode 2010–2024 membentuk unbalanced panel dengan 130 observasi efektif. Tiga
model regresi panel diestimasi menggunakan Fixed Effect yang dipilih secara konsisten
berdasarkan Hausman Test pada seluruh spesifikasi, dengan eksogenitas dikonfirmasi melalui
uji Durbin–Wu–Hausman menggunakan peer effect instrument berkualitas tinggi. Hasil
menunjukkan bahwa Simpanan Mudharabah berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA dan
ROE, mengindikasikan bahwa tekanan bagi hasil struktural dan Displaced Commercial Risk
mendominasi dan menggerus manfaat teoritis passive liabilities dalam sistem dual banking
Indonesia. Pendanaan PUAS berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA, namun tidak
terkonfirmasi secara statistik terhadap ROE, konsisten dengan prediksi bahwa premi likuiditas
ekosistem PUAS yang dangkal melebihi manfaat fleksibilitasnya pada dimensi efisiensi aset.
Pengujian non-linear tidak menemukan bukti formal hubungan inverse U-shape pada kedua
variabel utama, dengan titik optimal Simpanan Mudharabah yang terestimasi berada di luar
rentang data yang dapat diobservasi atau tidak signifikan secara statistik. FDR terbukti
memoderasi hubungan Simpanan Mudharabah terhadap ROA dan ROE secara signifikan, serta
hubungan PUAS terhadap ROA, namun tidak terkonfirmasi terhadap hubungan PUAS dengan
ROE. Uji robustness dengan lagged dependent variable mengkonfirmasi konsistensi arah
negatif seluruh variabel utama, dengan moderasi FDR terhadap hubungan PUAS–profitabilitas
justru menguat pada kedua dimensi pengukuran. Penelitian ini menekankan urgensi
pengelolaan Displaced Commercial Risk dan pendalaman ekosistem PUAS sebagai jalur utama
peningkatan profitabilitas struktural BUS di Indonesia.
di Indonesia, yaitu Simpanan Mudharabah sebagai passive liabilities dan Pendanaan PUAS
sebagai active liabilities terhadap profitabilitas, serta menguji eksistensi hubungan non-linear
dan peran moderasi Financing to Deposit Ratio (FDR). Data berupa laporan keuangan tahunan
12 BUS periode 2010–2024 membentuk unbalanced panel dengan 130 observasi efektif. Tiga
model regresi panel diestimasi menggunakan Fixed Effect yang dipilih secara konsisten
berdasarkan Hausman Test pada seluruh spesifikasi, dengan eksogenitas dikonfirmasi melalui
uji Durbin–Wu–Hausman menggunakan peer effect instrument berkualitas tinggi. Hasil
menunjukkan bahwa Simpanan Mudharabah berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA dan
ROE, mengindikasikan bahwa tekanan bagi hasil struktural dan Displaced Commercial Risk
mendominasi dan menggerus manfaat teoritis passive liabilities dalam sistem dual banking
Indonesia. Pendanaan PUAS berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA, namun tidak
terkonfirmasi secara statistik terhadap ROE, konsisten dengan prediksi bahwa premi likuiditas
ekosistem PUAS yang dangkal melebihi manfaat fleksibilitasnya pada dimensi efisiensi aset.
Pengujian non-linear tidak menemukan bukti formal hubungan inverse U-shape pada kedua
variabel utama, dengan titik optimal Simpanan Mudharabah yang terestimasi berada di luar
rentang data yang dapat diobservasi atau tidak signifikan secara statistik. FDR terbukti
memoderasi hubungan Simpanan Mudharabah terhadap ROA dan ROE secara signifikan, serta
hubungan PUAS terhadap ROA, namun tidak terkonfirmasi terhadap hubungan PUAS dengan
ROE. Uji robustness dengan lagged dependent variable mengkonfirmasi konsistensi arah
negatif seluruh variabel utama, dengan moderasi FDR terhadap hubungan PUAS–profitabilitas
justru menguat pada kedua dimensi pengukuran. Penelitian ini menekankan urgensi
pengelolaan Displaced Commercial Risk dan pendalaman ekosistem PUAS sebagai jalur utama
peningkatan profitabilitas struktural BUS di Indonesia.