Skripsi
Kebijakan Work From Home dan Kesenjangan Upah Antar Gender di Antara Pekerja Berkeluarga Sektor Jasa Wilayah Metropolitan Indonesia
Pengarang:
Davida Diva Teo Sasmito - ; Diahhadi Setyonaluri (Pembimbing/Promotor) - ; Cania Adinda Sinaga (Penguji) - ; Ine Minara S. Ruky (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis hubungan kebijakan Work From Home (WFH) dengan kesenjangan upah antar gender pada pekerja berkeluarga di sektor jasa wilayah metropolitan Indonesia. Dengan menggunakan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2020 dan 2024, penelitian ini membandingkan kondisi saat WFH diterapkan sebagai respons kedaruratan pandemi dan saat WFH menjadi pilihan pengaturan kerja pasca pandemi. Metode yang digunakan adalah regresi Ordinary Least Squares (OLS) dan dekomposisi Oaxaca-Blinder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan upah antar gender tetap persisten dan signifikan pada kedua tahun observasi. Pada sampel pekerja jasa di wilayah metropolitan, perempuan menerima upah yang lebih rendah dibandingkan laki-laki dengan karakteristik teramati yang setara. Variabel WFH juga berasosiasi negatif terhadap upah, terutama pada tahun 2024, tetapi pengaruhnya hanya menggeser sebagian kecil kesenjangan dari komponen tidak terjelaskan (unexplained) menuju komponen terjelaskan (explained). Temuan ini menunjukkan bahwa WFH belum mampu secara substantif mengurangi kesenjangan upah antar gender, melainkan lebih tepat dipahami sebagai salah satu karakteristik pekerjaan yang menjelaskan sebagian kecil struktur upah. Hasil ini menegaskan bahwa fleksibilitas kerja tanpa perubahan norma gender dan struktur pasar kerja belum cukup untuk mewujudkan kesetaraan upah.