Skripsi
Pengaruh Sebaran Infrastruktur Digital terhadap Penyerapan Tenaga Kerja dan Penciptaan Nilai Tambah Sektor Jasa di Kawasan Asia-Pasifik
Pengarang:
Ahmad Tutus Sasono - ; Mohamad Dian Revindo (Pembimbing/Promotor) - ; Nachrowi D. Nachrowi (Penguji) - ; I Made Krisna Yudhana Wisnu Gupta (Penguji) -
Deskripsi
Pertumbuhan pesat sektor jasa di negara-negara berkembang belakangan ini berlangsung bersamaan dengan pesatnya perkembangan teknologi digital. Meskipun pertumbuhan sektor jasa tersebut sering dikaitkan dengan perkembangan infrastruktur digital, analisis empiris yang secara komprehensif mengkaji hubungan keduanya masih terbatas. Penelitian ini mengisi celah tersebut dengan menguji pengaruh infrastruktur digital terhadap penyerapan tenaga kerja, nilai tambah, dan produktivitas tenaga kerja sektor jasa di 29 negara Asia-Pasifik selama periode 2000–2024. Dengan menggunakan Fixed Effects Model yang dikombinasikan dengan Fixed Effects Instrumental Variable (FE-IV) hasil estimasi menunjukkan bahwa infrastruktur digital berkontribusi positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, nilai tambah, dan produktivitas tenaga kerja sektor jasa. Namun, analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa pengaruh positif infrastruktur digital terhadap nilai tambah sektor jasa bersifat kondisional terhadap kualitas institusi yang diproksikan melalui pengendalian korupsi, yang secara konsisten muncul sebagai determinan nilai tambah paling signifikan di seluruh spesifikasi model. Penelitian ini juga menemukan bahwa infrastruktur digital memberikan pengaruh terbesar terhadap nilai tambah per tenaga kerja, mengindikasikan bahwa di luar perluasan kuantitas lapangan kerja, digitalisasi secara fundamental mentransformasi produktivitas tenaga kerja di sektor jasa. Temuan-temuan ini mengkonfirmasi relevansi General Purpose Technology Theory dalam konteks Asia-Pasifik sekaligus memperluas kontribusi Ndubuisi et al. (2021) dengan menghadirkan bukti empiris baru mengenai dimensi nilai tambah dan produktivitas kinerja sektor jasa dan ini menjadi dimensi yang belum pernah dikaji dalam literatur yang ada sebelumnya secara bersamaan.