Skripsi
Does Indonesia Export Virtual Water to Water-Scarce Countries?
Pengarang:
Sebastian Liodo Mangihut Silalahi - ; M. Shauqie Azar (Pembimbing/Promotor) - ; Robert A. Simanjuntak (Penguji) - ; Mohammad Dian Revindo (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini mengkaji determinan ekspor air virtual bilateral Indonesia dan apakah aliran tersebut secara sistematis berkaitan dengan kelangkaan sumber daya di negara mitra. Ekspor air virtual diestimasi dengan menggabungkan data perdagangan pertanian bilateral periode 2001–2022 dengan koefisien jejak air spesifik komoditas, kemudian dianalisis menggunakan model gravitasi struktural yang diestimasi melalui Poisson Pseudo Maximum Likelihood (PPML) dengan efek tetap negara mitra dan tahun. Tiga variabel dependen ditentukan: ekspor air virtual total, sawit, dan non-sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan air (water stress) negara mitra berhubungan positif dan signifikan dengan ekspor air virtual Indonesia pada seluruh spesifikasi model, dengan hubungan yang lebih kuat untuk komoditas berbasis sawit. Luas lahan pertanian (arable land) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan, sementara PDB negara mitra berhubungan positif dengan ekspor air virtual, sejalan dengan prediksi model gravitasi standar, dan populasi tidak signifikan. Analisis heterogenitas menunjukkan bahwa hubungan ini terkonsentrasi pada negara tujuan dengan tingkat tekanan air tertinggi, khususnya untuk ekspor non-sawit. Dengan demikian, temuan ini mengindikasikan bahwa ekspor air virtual Indonesia dipengaruhi baik oleh struktur perdagangan konvensional maupun kondisi kelangkaan air negara mitra sebagai hubungan asosiatif, bukan kausalitas.