Skripsi
Apakah Risiko Geopolitik Memperburuk Ketimpangan Kekayaan? Bukti dari Dinamika Jangka Pendek dan Jangka Panjang Lintas Negara
Pengarang:
Muhammad Fatih Ilmi - ; Tika Arundina Aswin (Pembimbing/Promotor) - ; Mohamad Soleh Nurzaman (Penguji) - ; Jossy Pranata Moeis (Penguji) -
Deskripsi
Dalam 5 tahun terakhir, intensitas dan frekuensi risiko geopolitik global mengalami
peningkatan signifikan, ditandai oleh eskalasi konflik bersenjata, ketegangan antarnegara,
fragmentasi ekonomi global, serta meningkatnya ketidakpastian kebijakan internasional.
Perkembangan ini tidak hanya memengaruhi stabilitas makroekonomi dan pasar
keuangan, tetapi juga berpotensi mengubah distribusi kekayaan. Penelitian ini
menganalisis pengaruh risiko geopolitik terhadap ketimpangan kekayaan di 43 negara
selama periode 1985 – 2024 dengan tiga fokus utama, yaitu efek langsung risiko
geopolitik terhadap ketimpangan kekayaan, dinamika respons jangka pendek dan jangka
panjang, serta perbedaan dampak antara negara maju dan negara berkembang. Risiko
geopolitik diukur menggunakan country-specific geopolitical risk index (GPRC) dari
Caldara dan Iacoviello (2022), sedangkan ketimpangan kekayaan diproksikan dengan
wealth Gini, wealth share top 1%, top 10%, dan bottom 50%. Metode analisis yang
digunakan mencakup model panel fixed effects dengan Driscoll–Kraay standard errors
untuk mengidentifikasi efek rata-rata, serta panel local projections (LP) dengan koreksi
split-panel jackknife untuk menelusuri respons dinamis ketimpangan kekayaan terhadap
shock geopolitik. Hasil menunjukkan bahwa risiko geopolitik berpengaruh positif dan
signifikan terhadap ketimpangan kekayaan secara rata-rata. Shock memiliki efek positif
yang semakin kuat mulai horizon 6 – 10 tahun. Dampak ini lebih besar pada negara
berkembang dibanding negara maju.
peningkatan signifikan, ditandai oleh eskalasi konflik bersenjata, ketegangan antarnegara,
fragmentasi ekonomi global, serta meningkatnya ketidakpastian kebijakan internasional.
Perkembangan ini tidak hanya memengaruhi stabilitas makroekonomi dan pasar
keuangan, tetapi juga berpotensi mengubah distribusi kekayaan. Penelitian ini
menganalisis pengaruh risiko geopolitik terhadap ketimpangan kekayaan di 43 negara
selama periode 1985 – 2024 dengan tiga fokus utama, yaitu efek langsung risiko
geopolitik terhadap ketimpangan kekayaan, dinamika respons jangka pendek dan jangka
panjang, serta perbedaan dampak antara negara maju dan negara berkembang. Risiko
geopolitik diukur menggunakan country-specific geopolitical risk index (GPRC) dari
Caldara dan Iacoviello (2022), sedangkan ketimpangan kekayaan diproksikan dengan
wealth Gini, wealth share top 1%, top 10%, dan bottom 50%. Metode analisis yang
digunakan mencakup model panel fixed effects dengan Driscoll–Kraay standard errors
untuk mengidentifikasi efek rata-rata, serta panel local projections (LP) dengan koreksi
split-panel jackknife untuk menelusuri respons dinamis ketimpangan kekayaan terhadap
shock geopolitik. Hasil menunjukkan bahwa risiko geopolitik berpengaruh positif dan
signifikan terhadap ketimpangan kekayaan secara rata-rata. Shock memiliki efek positif
yang semakin kuat mulai horizon 6 – 10 tahun. Dampak ini lebih besar pada negara
berkembang dibanding negara maju.