Skripsi
Excess Liquidity and The Natural Rate of Interest (r*) in Indonesia: Navigating The Post Pandemic Low-Rate Trap
Pengarang:
Nabil Azhar Musyaffa - ; Sugiharso Safuan (Pembimbing/Promotor) - ; Muhammad Shauqie Azar (Penguji) - ; Titissari (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini mengkaji dampak inovasi (guncangan) likuiditas sistemik terhadap tingkat suku bunga natural Indonesia (r*) dan implikasinya terhadap efektivitas arah kebijakan moneter. Menggunakan data triwulanan dari 2011Q1 hingga 2025Q3, pergerakan r* yang bervariasi dari waktu ke waktu diestimasi menggunakan model state-space semi-struktural dan teknik Kalman Filter. Selanjutnya, penelitian ini menyusun indikator inovasi likuiditas berdasarkan residual terstandardisasi dari proksi Kelebihan Likuiditas Bank Indonesia yang disesuaikan dengan PDB nominal, lalu mengestimasi efek dinamisnya menggunakan metode Local Projections. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi likuiditas yang positif secara signifikan menaikkan estimasi r* yang telah dihaluskan (smoothed r*), meskipun dampak ekonominya tergolong moderat. Temuan ini menolak hipotesis awal mengenai pergeseran r* ke arah bawah. Selain itu, selisih sikap kebijakan (policy stance gap), yang diukur dari selisih antara suku bunga kebijakan riil dan r*, merespons secara non-monotonik, yaitu kebijakan moneter cenderung terlihat lebih akomodatif dalam jangka pendek, namun berubah menjadi lebih restriktif dalam jangka panjang. Respons output juga bervariasi bergantung pada rezim kredit, periode pertumbuhan kredit yang rendah menunjukkan respons output yang lebih negatif dan persisten, mengindikasikan adanya gangguan transmisi moneter atau melemahnya permintaan pinjaman. Kesimpulannya, kondisi kelebihan likuiditas dapat mempersulit interpretasi arah kebijakan moneter di Indonesia, mengingat r* adalah tolok ukur kebijakan yang dinamis dan terus berubah.