Skripsi
Pengaruh Kebijakan Pajak Karbon Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan
Pengarang:
Chelyfriscawati Margaret Frans - ; Dahlia Sari (Pembimbing/Promotor) - ; Evony Silvino Violita (Penguji) - ; Nurul Husnah (Penguji) -
Deskripsi
Studi ini mengevaluasi dampak kebijakan pajak karbon terhadap kinerja keuangan korporasi melalui analisis komparatif pada lima negara, yaitu Indonesia, Afrika Selatan, Tiongkok, Australia, dan Kanada, serta analisis empiris pada tingkat perusahaan di Indonesia. Analisis di Indonesia menggunakan studi kasus simulasi pada PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), serta regresi data panel (Common Effect Model) terhadap 131 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2023. Hasil penelitian menunjukkan adanya konvergensi dampak secara global. Dalam jangka pendek, pajak karbon bertindak sebagai cost shock yang cenderung menekan profitabilitas perusahaan. Simulasi pada PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menunjukkan penurunan ROA dari 6,57% menjadi 5,29% dan ROE dari 9,30% menjadi 7,47%, sejalan dengan hasil regresi pada perusahaan manufaktur di Indonesia yang menunjukkan pengaruh negatif terhadap ROE meskipun belum signifikan secara statistik karena implementasi kebijakan belum dilakukan secara menyeluruh. Dampak negatif jangka pendek yang serupa juga ditemukan di Afrika Selatan (penurunan Net Profit Margin), Kanada (kompresi margin akibat keterbatasan cost pass-through), Tiongkok (penurunan laba operasional), dan Australia (kenaikan biaya adaptasi awal). Namun, dalam jangka panjang kebijakan ini terbukti meningkatkan nilai perusahaan (Tobin's Q) di Tiongkok, mendorong investasi dan inovasi teknologi hijau (Porter Hypothesis) di Australia dan Kanada, serta meningkatkan efisiensi perusahaan. Pemerintah Indonesia disarankan menerapkan tarif pajak karbon secara bertahap (linear increase) dengan skema tax allowances untuk menjaga daya saing industri. Bagi korporasi, disarankan mengintegrasikan biaya emisi ke dalam perencanaan strategis dan mempercepat investasi pada transisi energi hijau.