Skripsi
Impact of FDI on economic growth in developing economies
Pengarang:
Tri Arya Marga - ; Suryadi (Pembimbing/Promotor) - ; Zahra Kemala Nindita Murad (Penguji) - ; M. Shauqie Azar (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Foreign Direct Investment (FDI) terhadap pertumbuhan ekonomi di sembilan negara berkembang, yaitu Indonesia, India, Vietnam, Filipina, Thailand, Brasil, Meksiko, Nigeria, dan Afrika Selatan selama periode 2011–2024. Model empiris penelitian dikembangkan berdasarkan fungsi produksi CobbDouglas yang telah dimodifikasi, dengan FDI dipandang sebagai faktor yang memengaruhi pertumbuhan melalui akumulasi modal dan peningkatan produktivitas total faktor (total factor productivity). Analisis dilakukan menggunakan metode Ordinary Least Squares (OLS) secara terpisah untuk masing-masing negara dengan mengendalikan variabel ekspor, impor, pembentukan modal tetap bruto (gross capital formation), dan inflasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh FDI terhadap pertumbuhan ekonomi bersifat tidak seragam antarnegara. Dari sembilan negara yang dianalisis, hanya Vietnam dan Nigeria yang menunjukkan hubungan signifikan antara FDI dan pertumbuhan ekonomi, namun dengan arah yang berbeda. Di Vietnam, FDI berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi karena didominasi oleh investasi manufaktur berorientasi ekspor yang mendorong transfer teknologi, peningkatan produktivitas, dan integrasi ke dalam rantai nilai global. Sebaliknya, di Nigeria, FDI berpengaruh negatif karena terkonsentrasi pada sektor minyak dan gas yang memiliki keterkaitan domestik rendah serta berpotensi menimbulkan fenomena Dutch Disease. Sementara itu, pada tujuh negara lainnya, termasuk Indonesia, hubungan antara FDI dan pertumbuhan ekonomi tidak signifikan secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan jumlah FDI saja belum tentu mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Faktor yang lebih menentukan adalah kualitas dan komposisi sektoral investasi asing serta kapasitas negara penerima dalam menyerap teknologi, pengetahuan manajerial, dan manfaat ekonomi yang dibawa oleh FDI. Oleh karena itu, Indonesia disarankan untuk lebih memprioritaskan investasi asing yang berorientasi pada sektor manufaktur dan ekspor, disertai dengan penguatan kapasitas domestik, pengembangan industri hilir, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia agar manfaat FDI terhadap pertumbuhan ekonomi dapat dimaksimalkan.