Skripsi
Estimating the Return to Education in Indonesia: An Earning Analysis Using the Mincer Model
Pengarang:
Ruben Darius Sanusie - ; Farma Mangunsong (Pembimbing/Promotor) - ; Oskar Vitriano (Penguji) - ; Halomoan Achmadi Ringoringo (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian terdahulu menunjukkan return to schooling global rata-rata sekitar 9% per tahun (Psacharopoulos & Patrinos, 2018), sementara estimasi Indonesia berkisar 5–12% (Danuza & Farah, 2023; Yubilianto, 2020), dengan sektor informal cenderung menghasilkan return lebih rendah (Yusuf & Ibrahim, 2025). Namun, bukti empiris umumnya menggunakan data SAKERNAS gelombang lama dan jarang mengontrol simultan variabel industri, pekerjaan, pelatihan, dan jam kerja bersama variabel Mincerian standar, sehingga belum jelas seberapa besar premi pendidikan yang bertahan. Penelitian ini mengisi celah menggunakan SAKERNAS Agustus 2024, data representatif nasional terbaru pasca-pandemi, mencakup 407.060 individu bekerja. Data cross-section digunakan untuk menghasilkan estimasi titik terbaru return to education pada kondisi pasar tenaga kerja saat ini, bukan dinamika pendapatan antarwaktu. Fungsi pendapatan Mincer diperluas diestimasi dengan OLS dan standar error robust, meregresikan logaritma natural pendapatan bulanan terhadap lama pendidikan dan variabel kontrol (pengalaman kerja, jenis kelamin, lokasi, sektor, status pernikahan, pelatihan, jam kerja, industri, dan jenis pekerjaan). Hasil menunjukkan setiap tambahan satu tahun pendidikan meningkatkan pendapatan bulanan 4,7% (signifikan pada level 1%), perempuan berpenghasilan 45,3% lebih rendah dibanding laki-laki, pekerja informal mengalami penalti 28,0%, dan pekerja pedesaan 10,1% lebih rendah dibanding perkotaan. Temuan ini menegaskan peran sentral pendidikan dalam membentuk pendapatan di Indonesia, di samping kesenjangan struktural berdasarkan gender, status formalitas, dan lokasi geografis.