Skripsi
Relevansi Teori Siklus Bisnis Austria dalam Konteks Sistem Moneter Indonesia Modern
Pengarang:
Meindrat Pius Denisius T. M. - ; Lana Soelistianingsih (Pembimbing/Promotor) - ; Dewi Ratna Sjari M. (Penguji) - ; Willem Makaliwe (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi Austrian Business Cycle Theory (ABCT) dalam konteks sistem moneter Indonesia modern di bawah rezim Flexible Inflation Targeting Framework (FITF). ABCT berargumen bahwa siklus boom bust berasal dari ekspansi kredit yang didorong suku bunga pasar berada di bawah natural rate of interest, sehingga memicu malinvestment (misalokasi investasi) pada sektor-sektor padat modal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif evaluatif-kritis dengan metode pattern matching untuk membandingkan prediksi teoritis ABCT dengan kondisi empiris Indonesia periode 2005–2025. Analisis dilakukan terhadap empat aspek, yaitu posisi real rate (suku bunga kebijakan dikurangi ekspektasi inflasi) relatif terhadap natural rate of interest, manifestasi malinvestment dalam kredit investasi sektoral, peran FITF dan kebijakan makroprudensial, serta mekanisme transmisi kredit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prasyarat utama ABCT berupa deviasi suku bunga riil yang persisten di bawah natural rate tidak terpenuhi. Selain itu, tidak ditemukan bukti kuat adanya malinvestment maupun pola boom-bust sektoral sebagaimana diprediksi teori. Temuan juga mengindikasikan bahwa FITF yang kredibel, bauran makroprudensial, serta dominasi faktor permintaan dan kanal nilai tukar berperan dalam transmisi kebijakan moneter. Dengan demikian, relevansi ABCT di Indonesia bersifat terbatas dan kondisional terhadap konteks institusional yang berlaku, seperti kredibilitas bank sentral dan bauran kebijakan makroprudensial.