Disertasi
Analisis Peran Kelincahan Organisasi dan Lingkungan terhadap Perceived Managerial Discretion, Implementasi Strategi dan Implikasinya pada Kinerja Organisasi di Sebuah Perusahaan Farmasi
Pengarang:
Wilsa Theodore - ; Rhenald Kasali (Pembimbing/Promotor) - ; Ruslan Prijadi (Penguji) - ; Irwan Adi Ekaputra (Penguji) - ; Riani Rachmawati (Penguji) - ; Lily Sudhartio (Copromotor) - ; Sari Wahyuni (Penguji) - ; Tengku Ezni Balqiah (CoPromotor) - ; Irnanda Laksanawan (Penguji) -
Deskripsi
Walaupun tidak menjamin keunggulan kinerja, kemampuan mengimplementasi strategi merupakan faktor esensial yang menentukan keberhasilan sebuah bisnis. Namun, tidak mudah melakukan implementasi yang akurat, karena para manajer tidak bisa tidak menggunakan diskresi atau keleluasaan dalam bertindak, ketika menghadapi situasi yang ambigu dan penuh ketidakpastian selama proses implementasi strategi berlangsung. Diskresi yang dipersepsikan manajer madya dapat dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu faktor lingkungan, faktor organisasi (seperti kelincahan organisasi atau organizational agility) dan karakter individu (seperti lokus kendali atau locus of control).
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran perceived managerial discretion dalam proses implementasi strategi dan implikasinya pada kinerja organisasi dengan menggunakan Contingency Theory. Pengambilan data melalui sampel purposif dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara daring kepada unit pemasaran dan penjualan di kantor pusat dan kantor cabang dari sebuah perusahaan farmasi publik terbesar di Indonesia. Dari 231 kuesioner yang disebarkan, tingkat respons adalah 100% dimana 228 respons dianggap valid, dan kemudian data dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling (SEM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepemimpinan strategis dalam bentuk perceived managerial discretion berpengaruh positif terhadap implementasi strategi dan kinerja organisasi. Lingkungan dan organisasi memengaruhi diskresi, namun lokus kendali tidak berpengaruh pada persepsi diskresi manajer. Studi ini juga memvalidasi Contingency Theory, dimana diskresi merupakan mekasnime adaptasi untuk mencapai strategic fit saat menghadapi ketidakpastian selama implementasi strategi. Berbeda dari penelitian terdahulu yang menganalisis daya inersia, penelitian ini menunjukkan pengaruh kelincahan organisasi terhadap diskresi. Keterbatasan penelitian adalah validitas eksternal karena dilakukan di sebuah perusahaan farmasi publik terbesar di Indonesia, penelitian hanya melibatkan manajer madya, dan hanya berfokus pada domain berdiskresi tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran perceived managerial discretion dalam proses implementasi strategi dan implikasinya pada kinerja organisasi dengan menggunakan Contingency Theory. Pengambilan data melalui sampel purposif dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara daring kepada unit pemasaran dan penjualan di kantor pusat dan kantor cabang dari sebuah perusahaan farmasi publik terbesar di Indonesia. Dari 231 kuesioner yang disebarkan, tingkat respons adalah 100% dimana 228 respons dianggap valid, dan kemudian data dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling (SEM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepemimpinan strategis dalam bentuk perceived managerial discretion berpengaruh positif terhadap implementasi strategi dan kinerja organisasi. Lingkungan dan organisasi memengaruhi diskresi, namun lokus kendali tidak berpengaruh pada persepsi diskresi manajer. Studi ini juga memvalidasi Contingency Theory, dimana diskresi merupakan mekasnime adaptasi untuk mencapai strategic fit saat menghadapi ketidakpastian selama implementasi strategi. Berbeda dari penelitian terdahulu yang menganalisis daya inersia, penelitian ini menunjukkan pengaruh kelincahan organisasi terhadap diskresi. Keterbatasan penelitian adalah validitas eksternal karena dilakukan di sebuah perusahaan farmasi publik terbesar di Indonesia, penelitian hanya melibatkan manajer madya, dan hanya berfokus pada domain berdiskresi tinggi.