Disertasi
ESG As Capability Architecture: Reframing ESG Integrated Activity as A Governance-Based Organizational System
Pengarang:
Suyoko - ; Rhenald Kasali (Pembimbing/Promotor) - ; Yasmine Nasution (Penguji) - ; Riani Rachmawati (Penguji) - ; Sri Rahayu Hijrah Hati (CoPromotor) - ; RR. Ratih Dyah Kusumastuti (CoPromotor) - ; Budi W. Soetjipto (penguji) - ; Tengku Ezni Balqiah (Penguji) - ; I Gede Nyoman Yetna (Penguji) -
Deskripsi
Pertimbangan Environmental, Social, and Governance (ESG) telah berkembang menjadi prioritas strategis bagi organisasi dalam mewujudkan keberlanjutan jangka panjang dan daya saing. Namun, penelitian-penelitian ESG yang ada masih didominasi oleh pembahasan mengenai praktik pengungkapan (disclosure), tekanan eksternal, dan dampaknya terhadap kinerja perusahaan. Penelitian tersebut masih memberikan pemahaman yang terbatas mengenai bagaimana ESG diintegrasikan secara internal ke dalam organisasi serta perannya dalam mendorong transformasi organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi faktor-faktor pendorong organisasi yang membentuk ESG Integrated Activity, serta menganalisis bagaimana kapabilitas terkait ESG berkontribusi dalam menciptakan keunggulan bersaing dan nilai jangka panjang pada perusahaan yang beroperasi di pasar berkembang. Penelitian menggunakan desain mixed methods dengan pendekatan sequential explanatory. Data kuantitatif diperoleh dari anggota Dewan Direksi dan eksekutif senior perusahaan-perusahaan IDX80 di Indonesia selama periode 2025–2026, kemudian dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Selanjutnya, wawancara kualitatif dilakukan untuk memberikan konteks dan interpretasi yang lebih mendalam terhadap hasil analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ESG Integrated Activity terutama dipengaruhi oleh komitmen kepemimpinan manajemen puncak serta kapabilitas teknologi yang mendukung keberlanjutan. Integrasi ESG berperan sebagai mekanisme koordinasi strategis yang menginternalisasikan prinsip-prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam sistem organisasi, struktur tata kelola, serta proses pengambilan keputusan, sehingga mampu meningkatkan keunggulan bersaing perusahaan. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa penciptaan kinerja dan nilai perusahaan merupakan proses yang berlangsung secara bertahap. Nilai tersebut dibentuk melalui penyelarasan tata kelola, adaptasi organisasi, keterlibatan para pemangku kepentingan, serta kolaborasi dalam ekosistem, bukan sebagai hasil yang muncul secara langsung dari implementasi ESG. Melalui pendekatan mixed methods, penelitian ini juga mengidentifikasi Boundary-Spanning Sustainability Capability (BSSC) dan Collaborative Sustainability Transformation Capability (CSTC). Kedua perspektif tersebut menjelaskan bagaimana kapabilitas keberlanjutan dikoordinasikan melintasi batas-batas organisasi maupun ekosistem untuk mendukung transformasi yang lebih luas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ESG sebaiknya dipandang sebagai sebuah arsitektur kapabilitas organisasi, bukan sekadar praktik keberlanjutan maupun mekanisme pelaporan. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur ESG dengan memperkenalkan BSSC dan CSTC sebagai mekanisme kapabilitas yang saling melengkapi dalam memfasilitasi transformasi organisasi jangka panjang serta penciptaan nilai yang berorientasi pada keberlanjutan.