Skripsi
Bagaimanakah Regulasi Memengaruhi Kualitas Produk Pangan Impor di Indonesia? Pembuktian Empiris Pada Technical Barriers to Trade (TBT) dan Sanitary & Phytosanitary (SPS)
Pengarang:
Naam Amta Muh Shinin - ; Prani Sastiono (Pembimbing/Promotor) - ; Riatu Mariatul Qibthiyyah (Penguji) - ; I Made Krisna Yudhana Wisnu Gupta (Pembimbing/Promotor) - ; Rizki Nauli Siregar (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini mengkaji dampak dari kebijakan non-tarif, khususnya Sanitary and Phytosanitary (SPS) dan Technical Barriers to Trade (TBT), terhadap kualitas produk pangan impor di Indonesia. Penelitian ini berangkat dari adanya ambiguitas peran hambatan non-tarif yang tidak hanya dapat berfungsi sebagai instrumen perlindungan konsumen, tetapi juga berpotensi menjadi proteksionisme melalui peningkatan biaya kepatuhan eksportir. Kualitas produk diestimasi pada level HS-6 digit melalui pendekatan persamaan permintaan dan harga, dengan penanganan endogenitas menggunakan two-stage least squares (2SLS). Intensitas SPS dan TBT diukur menggunakan coverage ratio sebagai indikator utama dan frequency index sebagai uji ketahanan, sementara estimasi dilakukan dengan fixed effects dan structural gravity model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak SPS dan TBT terhadap kualitas produk pangan impor bersifat heterogen. SPS tidak terbukti secara robust meningkatkan kualitas secara agregat setelah faktor struktural perdagangan diperhitungkan. Sebaliknya, TBT menunjukkan hubungan yang lebih konsisten dengan peningkatan kualitas, terutama ketika diukur menggunakan coverage ratio. Namun, efek positif TBT terutama muncul pada eksportir negara maju dan produk primer, serta tidak konsisten pada negara berkembang, produk olahan, maupun agregat komoditas. Dengan demikian, TBT lebih potensial sebagai instrumen seleksi kualitas dibandingkan SPS, tetapi efektivitasnya terbatas, sektoral, dan bergantung pada kapasitas kepatuhan eksportir serta karakteristik produk.