Skripsi
Determinants of Non-Performing Loans (NPL) in Conventional Banks: Analyzing the Role of Non-Performing P2P Financing, Inflation, Interest Rates, and Bank-Specific Factors Using an ARDL-ECM Framework (2018 - 2025)
Pengarang:
Billy Adiwena Siregar - ; Dony Abdul Chalid (Pembimbing/Promotor) - ; Asiah Muchtar (Penguji) - ; Junino Jahja (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini mengkaji efek penularan risiko kredit dari P2P lending Indonesia terhadap sektor perbankan konvensional menggunakan model ARDL-ECM dari Januari 2018 hingga Desember 2025. Data yang digunakan adalah dataset bulanan agregat dari Statistik Perbankan Indonesia (OJK) dan data fintech dari LPBBTI. Penelitian ini mencakup 96 titik data yang tersebar dalam tiga siklus kredit: pertumbuhan pra-pandemi, periode restrukturisasi OJK, dan pasca-forbearance. Rasio NPL Bruto agregat berfungsi sebagai variabel dependen, sementara variabel independen meliputi Non-Performing P2P Financing, BOPO, CAR, NIM, LDR, ROA, Inflasi, dan BI Rate.
Uji bounds menunjukkan adanya kointegrasi jangka panjang (F=4,809>3,39) dengan ECT sebesar −0,2077 yang mengimplikasikan penyesuaian penuh dalam empat hingga lima bulan. Non-Performing P2P Financing signifikan dalam analisis jangka pendek dengan dampak positif neto sebesar 0,016 persen per satu unit perubahan guncangan default P2P. Selain itu, Non-Performing P2P Financing tidak signifikan dalam analisis jangka panjang, mengindikasikan bahwa efek spillover risiko kredit fintech ke perbankan bersifat sementara. NPL dalam jangka panjang hanya bergantung pada BOPO dan BI Rate (Hipotesis Bad Management dan Seleksi Kualitas Kredit). Non-Performing P2P Financing dinilai sebagai indikator peringatan dini jangka pendek yang tepat
Uji bounds menunjukkan adanya kointegrasi jangka panjang (F=4,809>3,39) dengan ECT sebesar −0,2077 yang mengimplikasikan penyesuaian penuh dalam empat hingga lima bulan. Non-Performing P2P Financing signifikan dalam analisis jangka pendek dengan dampak positif neto sebesar 0,016 persen per satu unit perubahan guncangan default P2P. Selain itu, Non-Performing P2P Financing tidak signifikan dalam analisis jangka panjang, mengindikasikan bahwa efek spillover risiko kredit fintech ke perbankan bersifat sementara. NPL dalam jangka panjang hanya bergantung pada BOPO dan BI Rate (Hipotesis Bad Management dan Seleksi Kualitas Kredit). Non-Performing P2P Financing dinilai sebagai indikator peringatan dini jangka pendek yang tepat