Skripsi
Perbandingan Sensitivitas Investasi terhadap Arus Kas dan Peluang Pertumbuhan antara Perusahaan Konglomerasi dan Perusahaan Tunggal di Indonesia (2013–2024)
Comparison of Investment Sensitivity to Cash Flow and Growth Opportunities between Conglomerate and Stand-Alone Firms in Indonesia (2013–2024)
Pengarang:
Nathanael Halomoan - ; Rahmat Aryo Baskoro (Pembimbing/Promotor) - ; Dewi Hanggraeni (Penguji) - ; Fajar Trijatmiko (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini mengkaji sensitivitas investasi perusahaan konglomerasi dan perusahaan tunggal di Indonesia selama periode 2012–2024 dengan fokus pada pengaruh siklus bisnis terhadap hubungan belanja modal, peluang pertumbuhan, dan arus kas internal. Mengacu pada kerangka empiris Wang (2023), penelitian ini menggunakan regresi data panel two-way fixed effects dengan industry median bounded Tobin’s Q sebagai proksi peluang investasi dan free cash flow terhadap total aset sebagai proksi likuiditas internal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan tunggal memiliki sensitivitas investasi terhadap free cash flow yang negatif dan signifikan, mencerminkan dominasi motif precautionary saving di tengah keterbatasan pendanaan eksternal. Sementara itu, baik perusahaan tunggal maupun konglomerasi tidak menunjukkan Q-sensitivity yang robust, mengindikasikan lemahnya transmisi sinyal pasar dalam keputusan investasi korporasi di Indonesia. Penelitian ini juga menemukan bahwa kondisi resesi secara signifikan menurunkan Q-sensitivity perusahaan tunggal, sedangkan konglomerasi tidak menunjukkan perubahan sensitivitas investasi yang signifikan selama periode kontraksi ekonomi. Temuan ini menunjukkan bahwa dinamika investasi korporasi di Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda dari pasar maju dan tidak sepenuhnya sejalan dengan teori investasi berbasis asumsi pasar efisien.