Skripsi
Analisis Pengaruh Gacha eFootball terhadap Konsumsi Tidak Rasional Konsumen Muslim: Peran Moderasi Belief of Luck dan Religiusitas
Pengarang:
Sultan Ramadhan - ; Imam Salehudin (Pembimbing/Promotor) - ; Irfani Fithria Ummul Muzayanah (Pembimbing/Promotor) - ; Dwini Handayani (Penguji) - ; Banu Muhammad (Penguji) -
Deskripsi
Perkembangan industri permainan mobile di Indonesia turut mendorong penggunaan mekanisme gacha sebagai model monetisasi berbasis transaksi mikro. Melalui sistem ini, pemain mengeluarkan uang nyata untuk memperoleh item virtual secara acak. Salah satu contohnya adalah fitur box draw pada eFootball yang menggabungkan probabilitas acak dengan sistem jaminan hadiah (pity system). Karakteristik ketidakpastian dan spekulasi dalam gacha berpotensi mendorong konsumsi tidak rasional serta mengandung unsur gharar, maysir, dan israf yang dapat memengaruhi rasionalitas konsumsi Muslim. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh uncertainty, perceived price fairness, dan anticipated regret terhadap perceived risk, serta implikasinya terhadap intention to pay dan irrational consumption. Penelitian juga menguji peran moderasi belief of luck dan religiosity pada hubungan perceived risk dan intention to pay, dengan mengontrol perceived value. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori berbasis model I-PACE, data dikumpulkan melalui survei terhadap 294 pemain aktif eFootball Muslim di Indonesia yang pernah melakukan transaksi gacha menggunakan uang nyata. Analisis dilakukan dengan metode PLS-SEM menggunakan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uncertainty berpengaruh positif signifikan terhadap perceived risk, sedangkan perceived price fairness dan anticipated regret tidak berpengaruh signifikan. Namun, anticipated regret berpengaruh positif signifikan secara langsung terhadap irrational consumption, menunjukkan bahwa faktor emosional dapat mendorong konsumsi tanpa melalui evaluasi risiko. Perceived risk juga tidak berpengaruh signifikan terhadap intention to pay secara langsung, tetapi menjadi bermakna melalui moderasi. Belief of luck melemahkan pengaruh negatif perceived risk terhadap intention to pay, sementara religiosity memperkuatnya. Temuan ini menunjukkan bahwa religiusitas berperan sebagai filter moral yang membantu mengendalikan pengaruh keyakinan terhadap keberuntungan dalam keputusan pembayaran. Penelitian ini berkontribusi dengan mengintegrasikan model I-PACE dan perspektif Ekonomi Islam dalam menjelaskan perilaku konsumsi pada sistem gacha serta memberikan implikasi bagi peningkatan literasi konsumen Muslim.