Skripsi
Evaluasi Penerapan Manajemen Risiko Operasional PT Terminal ABC Tbk dalam Menghadapi Lonjakan Unit Kendaraan dengan Indikator Yard Occupancy Ratio (YOR)
Pengarang:
Muhammad Faiz Setiawan - ; Purwatiningsih (Pembimbing/Promotor) - ; Dodik Siswantoro (Penguji) - ; Yudhistira Dharma Putra (Penguji) -
Deskripsi
Laporan magang ini mengevaluasi penerapan manajemen risiko operasional di PT Terminal ABC
Tbk, khususnya terkait risiko kapasitas yard kendaraan, dengan menggunakan kerangka ISO
31000:2018. Evaluasi dalam laporan ini tidak mencakup keseluruhan penerapan manajemen risiko
perusahaan, melainkan terbatas pada pengelolaan risiko kapasitas yard serta kecukupan Yard
Occupancy Ratio (YOR) sebagai indikator peringatan dini (early warning). Evaluasi dilaksanakan
melalui observasi langsung selama kegiatan magang di Divisi Manajemen Risiko perusahaan.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa perusahaan telah memiliki fondasi pengelolaan risiko yang
cukup baik, yang tercermin dari penggunaan Yard Occupancy Ratio (YOR) sebagai indikator
pemantauan kapasitas, keberadaan Divisi Manajemen Risiko sebagai second line, dan penggunaan
aplikasi manajemen risiko grup dalam pelaporan risiko. Namun demikian, ditemukan beberapa
gap signifikan, di antaranya: YOR belum didukung oleh indikator pemicu (driver indicator) dan
indikator tekanan (pressure indicator) yang memadai; proses identifikasi dan analisis risiko belum
sepenuhnya terintegrasi dengan data operasional; serta perlakuan risiko belum membedakan
respons berdasarkan karakter sumber tekanan. Apabila gap ini tidak ditangani, perusahaan berisiko
terlambat mendeteksi potensi overcapacity, yang dapat berdampak pada kualitas layanan dan
pemenuhan SLA. Laporan ini merekomendasikan pengembangan sistem pemantauan berlapis
yang menggabungkan driver indicator, pressure indicator, dan outcome indicator, serta
memperkuat integrasi data operasional dalam proses manajemen risiko kapasitas yard.
Tbk, khususnya terkait risiko kapasitas yard kendaraan, dengan menggunakan kerangka ISO
31000:2018. Evaluasi dalam laporan ini tidak mencakup keseluruhan penerapan manajemen risiko
perusahaan, melainkan terbatas pada pengelolaan risiko kapasitas yard serta kecukupan Yard
Occupancy Ratio (YOR) sebagai indikator peringatan dini (early warning). Evaluasi dilaksanakan
melalui observasi langsung selama kegiatan magang di Divisi Manajemen Risiko perusahaan.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa perusahaan telah memiliki fondasi pengelolaan risiko yang
cukup baik, yang tercermin dari penggunaan Yard Occupancy Ratio (YOR) sebagai indikator
pemantauan kapasitas, keberadaan Divisi Manajemen Risiko sebagai second line, dan penggunaan
aplikasi manajemen risiko grup dalam pelaporan risiko. Namun demikian, ditemukan beberapa
gap signifikan, di antaranya: YOR belum didukung oleh indikator pemicu (driver indicator) dan
indikator tekanan (pressure indicator) yang memadai; proses identifikasi dan analisis risiko belum
sepenuhnya terintegrasi dengan data operasional; serta perlakuan risiko belum membedakan
respons berdasarkan karakter sumber tekanan. Apabila gap ini tidak ditangani, perusahaan berisiko
terlambat mendeteksi potensi overcapacity, yang dapat berdampak pada kualitas layanan dan
pemenuhan SLA. Laporan ini merekomendasikan pengembangan sistem pemantauan berlapis
yang menggabungkan driver indicator, pressure indicator, dan outcome indicator, serta
memperkuat integrasi data operasional dalam proses manajemen risiko kapasitas yard.