Skripsi
Selisih Suara Kemenangan dalam Pilpres dan Politisasi Transfer DAK di Indonesia: Analisis pada Pemerintahan Presiden SBY dan Jokowi
Pengarang:
Agus Leo Tabri Saputra - ; Vid Adrison (Pembimbing/Promotor) - ; Nachrowi D. Nachrowi (Penguji) - ; Suryadi (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis hubungan antara kompetisi elektoral dan distribusi Dana Alokasi Khusus (DAK) sebagai transfer fiskal diskresioner di Indonesia, menguji apakah transfer fiskal menghasilkan keuntungan elektoral (electoral payoff) bagi petahana, serta mengidentifikasi keberadaan political budget cycle pada periode pemerintahan pertama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo. Penelitian menggunakan data panel tingkat provinsi pada periode 2004–2009 dan 2014–2019 yang diestimasi menggunakan model two-way fixed effects. Hasil penelitian menunjukkan adanya indikasi political budget cycle yang ditandai dengan peningkatan alokasi DAK pada satu hingga tiga tahun sebelum pemilihan presiden, meskipun intensitasnya berbeda antarperiode pemerintahan. Temuan ini mengindikasikan bahwa alokasi transfer fiskal telah dipengaruhi oleh dinamika politik sejak tahap penganggaran. Selanjutnya, hasil estimasi menunjukkan bahwa tingkat kompetisi elektoral berpengaruh signifikan terhadap alokasi DAK, di mana daerah dengan margin kemenangan yang lebih kecil atau lebih kompetitif cenderung menerima transfer fiskal yang lebih besar, sehingga memberikan dukungan empiris terhadap hipotesis swing voter targeting. Sebaliknya, hasil estimasi tidak menemukan bukti bahwa peningkatan transfer fiskal mampu meningkatkan dukungan elektoral terhadap petahana pada pemilu berikutnya. Temuan tersebut menunjukkan bahwa meskipun DAK berpotensi digunakan sebagai instrumen strategi politik dalam penganggaran dan distribusi transfer fiskal, penggunaannya tidak secara otomatis menghasilkan keuntungan elektoral bagi pemerintah petahana.