Skripsi
Pengaruh Attitude, Subjective Norms, Perceived Behavioral Control, Moral Norms, dan Religiosity Terhadap Purchase Intention Kendaraan Listrik: Peran Moderasi Perceived Financial Risk dan Age Pada Konsumen di Indonesia
Pengarang:
Muhammad Maulana Ashfa - ; Tengku Ezni Balqiah (Pembimbing/Promotor) - ; Yeshika Alversia (Penguji) - ; Adi Zakaria Afiff (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi purchase intention kendaraan listrik pada konsumen di Indonesia menggunakan pengembangan Theory of Planned Behavior (TPB). Penelitian ini menguji pengaruh struktur belief terhadap pembentukan attitude, subjective norms, dan perceived behavioral control, serta pengaruh konstruk TPB, moral norms, dan religiosity terhadap purchase intention kendaraan listrik. Selain itu, penelitian ini juga menguji peran moderasi perceived financial risk dan age dalam hubungan antara konstruk TPB dan purchaseintention kendaraan listrik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner secara daring kepada 212 responden di Indonesia yang berusia minimal 18 tahun dan memiliki pengetahuan atau ketertarikan terhadap kendaraan listrik. Data penelitian dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dan Multi-Group Analysis (MGA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa behavioral beliefs, normative beliefs, covert control beliefs, dan overt control beliefs berpengaruh positif terhadap konstruk TPB yang terkait. Selain itu, attitude dan subjective norms berpengaruh positif terhadap purchase intentionkendaraan listrik, sedangkan perceived behavioral control, moral norms, extrinsic religiosity, dan intrinsic religiositytidak berpengaruh signifikan terhadap purchase intention. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa perceived financial risk dan age tidak memoderasi hubungan antara konstruk TPB dan purchase intention kendaraan listrik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian perilaku konsumen terkait kendaraan listrik serta menjadi bahan pertimbangan bagi pelaku industri otomotif dan pemerintah dalam meningkatkan adopsi kendaraan listrik di Indonesia.