Skripsi
Analisis Determinan Pengangguran di Negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI): Peran Moderasi Foreign Direct Investment (FDI) dan Kualitas Institusi
Pengarang:
Raisya Daffa Junita - ; Tika Arundina Aswin (Pembimbing/Promotor) - ; Risna Triandhari (Pembimbing/Promotor) - ; Sugiharso Safuan (Penguji) - ; Desita Prabawati Ratna (Penguji) -
Deskripsi
Tingkat pengangguran di negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) masih menjadi tantangan meskipun tingkat keterbukaan perdagangan terus meningkat. Kondisi ini menunjukkan bahwa manfaat keterbukaan perdagangan terhadap penciptaan lapangan kerja belum dirasakan secara merata dan dipengaruhi oleh karakteristik struktural masing-masing negara. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh keterbukaan perdagangan (trade openness), pengeluaran publik (public expenditure), dan modal manusia (human capital) terhadap tingkat pengangguran di negara-negara OKI dengan mempertimbangkan peran moderasi Foreign Direct Investment (FDI) dan kualitas institusi serta membedakan kelompok negara pengekspor minyak (oil exporters) dan non-pengekspor minyak (non-oil exporters). Penelitian ini menggunakan data panel 24 negara anggota OKI periode 2005–2022 yang dianalisis dengan model Fixed Effects menggunakan standar error Driscoll–Kraay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan perdagangan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran pada kelompok oil exporters, namun tidak signifikan pada kelompok non-oil exporters. Pengeluaran publik tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran, sedangkan modal manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran. Selain itu, Foreign Direct Investment (FDI) tidak memoderasi pengaruh keterbukaan perdagangan terhadap tingkat pengangguran, sedangkan kualitas institusi terbukti memperkuat pengaruh keterbukaan perdagangan terhadap tingkat pengangguran pada kelompok non-oil exporters. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas keterbukaan perdagangan dalam menurunkan pengangguran bergantung pada karakteristik ekonomi dan kualitas institusi masing-masing kelompok negara.