Skripsi
Determinants of Cryptocurrency Prices in the Indonesian Market: A Panel Data Analysis of Bitcoin, Ethereum, Ripple, and Solana
Pengarang:
Chan Kim - ; Rahmat Aryo Baskoro (Pembimbing/Promotor) - ; Lenny Suardi (Penguji) - ; Junino Jahja (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis faktor-faktor penentu harga cryptocurrency dengan mengkaji dampak gabungan dari perhatian investor, aktivitas pasar, dan kondisi makroekonomi terhadap empat cryptocurrency utama: Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Ripple (XRP), dan Solana (SOL). Dengan menggunakan data harian dari 1 Januari 2021 hingga 31 Desember 2025, penelitian ini menerapkan regresi data panel pada panel seimbang yang terdiri atas 7.304 observasi harian. Variabel independen mencakup volume perdagangan, intensitas pencarian Google Trends, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dan imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun (10-year treasury yield), sedangkan variabel dependen adalah logaritma natural dari harga penutupan harian. Karena jumlah unit lintas-seksi yang kecil (N = 4) menyebabkan uji Hausman standar tidak dapat diterapkan, pemilihan model bergantung pada uji-F untuk perbedaan intersep antar-kelompok, yang menunjukkan bahwa estimator fixed effects lebih dipilih. Google Trends kontemporer maupun dengan jeda satu periode sama-sama diuji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume perdagangan dan IHSG memiliki pengaruh positif yang signifikan secara statistik terhadap harga cryptocurrency, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun menunjukkan hubungan negatif yang signifikan. Perhatian investor yang diukur melalui Google Trends menunjukkan hubungan yang lemah dan tidak signifikan secara statistik, baik pada horizon kontemporer maupun berjeda satu hari. Spesifikasi dengan suku interaksi lebih lanjut mengungkap adanya heterogenitas kemiringan (slope) yang substansial antar-koin pada saluran volume dan perhatian, meskipun arah dari pengaruh makroekonomi utama tetap stabil. Temuan ini mengindikasikan bahwa harga cryptocurrency di Indonesia dibentuk secara langsung oleh aktivitas pasar dan kondisi makroekonomi lokal, bukan oleh perhatian investor berbasis pencarian.