Skripsi
Digital Connectivity and Service-Sector Labour Productivity: Evidence from Employment Composition in Indonesian Provinces
Pengarang:
Chitaraviditya Faizarahmi - ; Chaikal Nuryakin (Pembimbing/Promotor) - ; Prani Sastiono (Penguji) - ; Isfandiarni (Penguji) -
Deskripsi
Perkembangan konektivitas digital telah membuka peluang baru bagi pembangunan ekonomi, namun dampaknya terhadap sektor jasa yang sangat heterogen di negara berkembang masih menyisakan ambiguitas teoretis. Penelitian ini menganalisis hubungan antara konektivitas digital dan produktivitas tenaga kerja sektor jasa di 34 provinsi di Indonesia selama periode 2013–2024. Dengan menggunakan model data panel fixed effects tiga tahap, penelitian ini membedakan pengaruh langsung adopsi digital terhadap efisiensi dari pengaruh tidak langsung melalui perubahan komposisi tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konektivitas digital tidak berhubungan secara langsung dan signifikan dengan efisiensi dalam masing-masing subsektor. Sebaliknya, konektivitas digital berkaitan dengan realokasi tenaga kerja dari subsektor jasa progresif (berproduktivitas tinggi) menuju subsektor jasa stagnan (berproduktivitas rendah). Karena produktivitas agregat sektor jasa sangat dipengaruhi oleh komposisi tenaga kerja tersebut, pergeseran menuju pekerjaan gig dan sektor informal yang dimediasi platform digital berdampak negatif dan signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja sektoral di tingkat provinsi. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya menyelaraskan pembangunan infrastruktur digital dengan peningkatan modal manusia dan keterkaitan industri. Tanpa faktor-faktor pendukung tersebut, platform digital di negara berkembang cenderung memperluas penyerapan tenaga kerja berproduktivitas rendah daripada mendorong pertumbuhan produktivitas yang lebih tinggi.