Skripsi
Analisis Adopsi Generative AI dan Potensi Inovasi Agentic AI dalam Lingkup Audit: Studi terhadap Pengalaman dan Perspektif Auditor Eksternal Entry-Level
Pengarang:
Alethea Finietha Ester Kumaat - ; Tubagus M. Yusuf Khudri (Pembimbing/Promotor) - ; Feri Priatna (Penguji) - ; Rahfiani Khairurizka (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis pengalaman entry-level auditor dalam memanfaatkan Generative AI (Gen AI) dan perspektifnya terhadap adopsi Agentic AI pada KAP global di Indonesia. Berangkat dari kerangka Technology, Organization, and Environment (TOE) dan Technology Acceptance Model (TAM) untuk menganalisis data yang diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan tiga associate (9–11 bulan kerja) dari dua KAP berjaringan global. Hasil menunjukkan penerimaan teknologi melalui tingginya skala penggunaan Gen AI (skala 6–9/10) karena manfaat seperti meningkatnya efisiensi tugas administratif di antaranya merangkum kontrak dan pemahaman standar. Selain itu, ada kemudahan penggunaan teknologi karena hanya menggunakan prompt. Akan tetapi teknologi ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Risiko utamanya adalah kesalahan hasil pemrosesanatau AI Hallucination. Kesadaran akan risiko ini membuat auditor melakukan verifikasi lebih lanjut terhadap hasil pemrosesan. Sebaliknya, terjadi kesenjangan pengetahuan terhadap Agentic AI di mana seluruh informan belum mengenal teknologi tersebut. Pemanfaatan AI mempengaruhi isu SDM sebagai bagian dari organisasi seperti adanya overreliance untuk tugas administratif, namun tidak mempengaruhi deskilling audit secara signifikan karena belum menyentuh proses inti. Skeptisisme profesional justru meningkat dengan wawasan dan cara pandang baru yang mendorong pemeriksaan temuan audit. Belum ada peraturan resmi baik secara internal maupun eksternal, sehingga pengguna bersandar pada himbauan lisan atasan dan kode etik relevan. KAP dan regulator eksternal direkomendasikan menyusun regulasi formal tertulis sebelum adopsi teknologi otonom.