Disertasi
Business Strategy, the Reputational Effect of ESG, and Financial Reporting Quality in Asia
Pengarang:
Valentina Yunita S. Tohang - ; Desi Adhariani (Pembimbing/Promotor) - ; Purwatiningsih (Penguji) - ; Aria Farah Mita (Penguji) - ; Telisa Aulia Falianty (Penguji) - ; Hilda Rossieta (Penguji) - ; Sabam Hutajulu (Penguji) - ; Evony Silvino Violita (CoPromotor) -
Deskripsi
Studi ini menyelidiki hubungan kompleks antara agresivitas strategi bisnis, kualitas pelaporan keuangan (FRQ), dan efek reputasi dari lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Studi ini mengkategorikan strategi bisnis menjadi prospectors, analyzers, dan defenders, dengan mencatat bahwa strategi ekspansi agresif (prospectors) sering dikaitkan dengan penyimpangan pelaporan keuangan karena pengambilan keputusan yang buruk. Penelitian ini menyoroti bahwa meskipun transparansi ESG dapat memengaruhi reaksi pasar saham dan meningkatkan keberlanjutan perusahaan, perannya di pasar modal masih kurang dieksplorasi.
ESG digambarkan sebagai pedang bermata dua; dapat mengurangi risiko dan menstabilkan harga saham tetapi juga dapat menyebabkan praktik manipulatif yang tidak terkait dengan kinerja keuangan yang sebenarnya. Studi ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan dalam literatur mengenai hubungan strategi bisnis-FRQ, khususnya di pasar Asia dengan tantangannya yang unik. Studi ini mengidentifikasi kesenjangan teoritis dan praktis, termasuk hasil yang beragam dari strategi bisnis terhadap FRQ, integrasi efek reputasi ESG dengan strategi bisnis, dan pengaruh orientasi keberlanjutan dan kontroversi ESG.
Studi ini mengeksplorasi hubungan langsung dan tidak langsung antara agresivitas strategi bisnis, efek reputasi, dan kualitas pelaporan di pasar Asia. Temuan menunjukkan bahwa bisnis yang lebih agresif dikaitkan dengan FRQ (EQ) yang lebih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang berinvestasi dalam inovasi dan R&D, memiliki ketidakpastian yang lebih besar, mengalami pendapatan yang kurang relevan, kurang tepat waktu, dan fluktuatif. Perusahaan yang berorientasi pada inovasi lebih cenderung mencapai kinerja ESG yang lebih unggul. Namun demikian, kinerja ESG yang lebih tinggi dikaitkan dengan kualitas pendapatan yang dirasakan investor lebih rendah, karena perusahaan memprioritaskan tujuan pemangku kepentingan jangka panjang. Studi ini juga menguji peran mediator dari efek reputasi ESG. Temuan menunjukkan bahwa BS yang lebih agresif dikaitkan dengan ESG yang lebih baik tetapi membalikkan efek pada FRQ. Ini menunjukkan bahwa efek reputasi secara signifikan memengaruhi hubungan antara BS dan FRQ dengan menghasilkan kebisingan reputasi yang terkait dengan EQ berbasis pasar. Hal ini dapat dijelaskan oleh teori insurance-like. Alih-alih meningkatkan FRQ, ESG digunakan sebagai topeng untuk menciptakan kelonggaran reputasi, yang mungkin disebabkan oleh pengungkapan selektif atau greenwashing.
Oleh karena itu, orientasi keberlanjutan memperkuat hubungan antara strategi berbasis inovasi dan reputasi, sementara kontroversi tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Komitmen sejati terhadap keberlanjutan dapat meningkatkan reputasi perusahaan, terutama untuk bisnis yang lebih agresif. Di sisi lain, pengaruh kontroversi ESG tidak signifikan terhadap reputasi.
Penelitian ini memperkenalkan kerangka kerja baru yang mengintegrasikan teori kemampuan dinamis, teori insurance-like, dan orientasi keberlanjutan. Selain itu, penelitian ini menyoroti perlunya investigasi empiris tambahan tentang implementasi ESG dalam berbagai konteks. Secara keseluruhan, penelitian ini berupaya memperdalam pemahaman tentang bagaimana strategi bisnis, peranan reputasi ESG, dan kualitas pelaporan keuangan berinteraksi.
ESG digambarkan sebagai pedang bermata dua; dapat mengurangi risiko dan menstabilkan harga saham tetapi juga dapat menyebabkan praktik manipulatif yang tidak terkait dengan kinerja keuangan yang sebenarnya. Studi ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan dalam literatur mengenai hubungan strategi bisnis-FRQ, khususnya di pasar Asia dengan tantangannya yang unik. Studi ini mengidentifikasi kesenjangan teoritis dan praktis, termasuk hasil yang beragam dari strategi bisnis terhadap FRQ, integrasi efek reputasi ESG dengan strategi bisnis, dan pengaruh orientasi keberlanjutan dan kontroversi ESG.
Studi ini mengeksplorasi hubungan langsung dan tidak langsung antara agresivitas strategi bisnis, efek reputasi, dan kualitas pelaporan di pasar Asia. Temuan menunjukkan bahwa bisnis yang lebih agresif dikaitkan dengan FRQ (EQ) yang lebih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang berinvestasi dalam inovasi dan R&D, memiliki ketidakpastian yang lebih besar, mengalami pendapatan yang kurang relevan, kurang tepat waktu, dan fluktuatif. Perusahaan yang berorientasi pada inovasi lebih cenderung mencapai kinerja ESG yang lebih unggul. Namun demikian, kinerja ESG yang lebih tinggi dikaitkan dengan kualitas pendapatan yang dirasakan investor lebih rendah, karena perusahaan memprioritaskan tujuan pemangku kepentingan jangka panjang. Studi ini juga menguji peran mediator dari efek reputasi ESG. Temuan menunjukkan bahwa BS yang lebih agresif dikaitkan dengan ESG yang lebih baik tetapi membalikkan efek pada FRQ. Ini menunjukkan bahwa efek reputasi secara signifikan memengaruhi hubungan antara BS dan FRQ dengan menghasilkan kebisingan reputasi yang terkait dengan EQ berbasis pasar. Hal ini dapat dijelaskan oleh teori insurance-like. Alih-alih meningkatkan FRQ, ESG digunakan sebagai topeng untuk menciptakan kelonggaran reputasi, yang mungkin disebabkan oleh pengungkapan selektif atau greenwashing.
Oleh karena itu, orientasi keberlanjutan memperkuat hubungan antara strategi berbasis inovasi dan reputasi, sementara kontroversi tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Komitmen sejati terhadap keberlanjutan dapat meningkatkan reputasi perusahaan, terutama untuk bisnis yang lebih agresif. Di sisi lain, pengaruh kontroversi ESG tidak signifikan terhadap reputasi.
Penelitian ini memperkenalkan kerangka kerja baru yang mengintegrasikan teori kemampuan dinamis, teori insurance-like, dan orientasi keberlanjutan. Selain itu, penelitian ini menyoroti perlunya investigasi empiris tambahan tentang implementasi ESG dalam berbagai konteks. Secara keseluruhan, penelitian ini berupaya memperdalam pemahaman tentang bagaimana strategi bisnis, peranan reputasi ESG, dan kualitas pelaporan keuangan berinteraksi.