Skripsi
Nexus Energi Panas Bumi dan Emisi CO2 : Bukti Empiris dari Negara-Negara Produsen Geothermal Utama Dunia
Pengarang:
Omar Gibran Satria - ; Djoni Hartono (Pembimbing/Promotor) - ; Uswatun Hasanah (Penguji) - ; Putu Angga Widyastaman (Penguji) -
Deskripsi
Peningkatan emisi karbon dioksida (CO₂) akibat ketergantungan pada energi fosil menjadi tantangan utama dalam mitigasi perubahan iklim. Energi panas bumi (geothermal) merupakan sumber energi terbarukan beremisi rendah yang berpotensi mendukung dekarbonisasi sistem energi melalui substitusi energi fosil. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsumsi energi panas bumi terhadap emisi CO₂ di sembilan negara produsen geothermal utama selama periode 2000–2023, yaitu Indonesia, Amerika Serikat, Filipina, Türkiye, Selandia Baru, Meksiko, Italia, Islandia, dan Jepang. Metode yang digunakan adalah Panel Autoregressive Distributed Lag (ARDL) dengan estimator utama Pooled Mean Group (PMG), serta Mean Group (MG) sebagai validasi untuk Uji Hausman dan Common Correlated Effects Mean Group (CCEMG) sebagai estimator kedua yang menangkap adanya hubungan Cross Sectional Dependence. Analisis didahului oleh uji ketergantungan lintas penampang, homogenitas slope, akar unit generasi kedua (CIPS), dan kointegrasi panel. Variabel independen lainnya meliputi GDP per kapita, konsumsi energi fosil per kapita, pembentukan modal tetap bruto, dan keterbukaan perdagangan. Hasil estimasi PMG menunjukkan bahwa geothermal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap emisi CO₂, mengonfirmasi mekanisme substitusi energi fosil. Namun, estimasi CCEMG yang mengontrol ketergantungan lintas penampang justru menunjukkan pengaruh geothermal menjadi positif dan signifikan, mengindikasikan bahwa pada sebagian besar negara sampel geothermal masih berfungsi sebagai energi tambahan (energy addition), bukan substitusi murni bagi energi fosil. Temuan ini memberikan bukti empiris bagi perumusan kebijakan energi rendah karbon yang lebih efektif.