Skripsi
Evaluasi Tahap Perancangan Transaction Level Control (TLC) atas Subproses Penerimaan dan Pencatatan Aset Tetap pada PT MAR dalam Perikatan Jasa Pendampingan Penerapan Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR) sesuai SK-5 BUMN oleh KAP ABC
Pengarang:
Hendrik Ignatius Damanik - ; Mohammad Slamet Wibowo (Pembimbing/Promotor) - ; Arman Hendiyanto (Penguji) - ; M. Malik (Penguji) -
Deskripsi
Laporan magang ini berfokus pada evaluasi tahap perancangan Transaction Level Control (TLC) atas subproses penerimaan dan pencatatan aset tetap pada PT MAR dalam perikatan jasa pendampingan penerapan Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR) sesuai SK-5 BUMN yang dilaksanakan oleh KAP ABC. Implementasi ICOFR di PT MAR dilatarbelakangi oleh Keputusan Deputi Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia Nomor SK-5/DKU.MBU/11/2024 yang memandatkan seluruh BUMN beserta anak perusahaannya untuk mendokumentasikan dan mengimplementasikan ICOFR secara bertahap. Evaluasi dilakukan terhadap tiga aktivitas dalam tahap perancangan TLC, yaitu pelaksanaan walkthrough, pendokumentasian Business Process Mapping (BPM), serta pendokumentasian Risk Control Matrices (RCM) dengan mengacu pada kerangka yang ditetapkan dalam SK-5 sebagai standar evaluasi utama. Ruang lingkup evaluasi mencakup kesesuaian prosedur walkthrough melalui metode inquiry, inspection, dan observation; kelengkapan dan kesesuaian BPM dalam menggambarkan alur secara end-to-end; serta kelengkapan RCM dalam memetakan risiko, mengklasifikasikan mekanisme pengendalian, hingga menetapkan key control. Di sisi lain, penentuan ruang lingkup (scoping), identifikasi dan evaluasi risiko, dan pemetaan risiko ke asersi laporan keuangan tidak termasuk cakupan evaluasi karena berada di luar keterlibatan selama periode magang. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelaksanaan walkthrough, pendokumentasian BPM, serta pendokumentasian RCM telah sesuai dengan prinsip, metode, dan standar yang diprasyaratkan dalam SK-5. Laporan magang ini juga memuat refleksi diri atas pengalaman selama program magang, yakni melakukan kegiatan pelatihan sebelum penugasan, beradaptasi dengan budaya kerja profesional, dan menerapkan manajemen waktu.