Skripsi
Does the ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) Create Pollution Havens? Evidence from Product-Level Trade Flows in ASEAN
Pengarang:
Bernadette Gabriela Widyadi - ; Fithra Faisal Hastiadi (Pembimbing/Promotor) - ; I Made Krisna Yudhana Wisnu Gupta (Pembimbing/Promotor) - ; Rizki Nauli Siregar (Penguji) - ; Femmy Roeslan (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menguji apakah eksposur tarif pada era ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) berasosiasi dengan realokasi arus perdagangan produk berintensitas polusi tinggi di ASEAN. Analisis menggunakan panel HS6 produk-negara-tahun periode 2002-2020 dan memisahkan dua kanal: impor China-ke-ASEAN dan ekspor ASEAN-ke-dunia. Model diestimasi dengan Poisson pseudo-maximum likelihood (PPML) dan mempertahankan nilai perdagangan nol. Spesifikasi utama menginteraksikan eksposur tarif tertunda, indikator produk berintensitas polusi tinggi, dan kesenjangan kinerja lingkungan ASEAN-China yang dihitung dari EPI Overall negara ASEAN dikurangi EPI Overall China pada tahun yang sama. Hasil regional tidak menunjukkan pola pollution haven yang seragam di ASEAN. Sebaliknya, estimasi tingkat negara menunjukkan pola yang lebih selektif pada kanal ekspor, terutama untuk Indonesia dan Malaysia, sementara bukti pada kanal impor dan sebagian besar negara lain lebih lemah atau tidak presisi secara statistik. Temuan ini karena itu dibaca sebagai bukti komposisi perdagangan yang terbatas dan bersifat asosiatif, bukan sebagai bukti perpindahan pabrik, perubahan FDI, peningkatan emisi, atau carbon leakage.