Skripsi
Peran Digitalisasi dan Investasi Asing Langsung pada Kinerja Ekonomi di Asia
Pengarang:
Jonathan Roy Ronaldo Nasiboe - ; Kiki Verico (Pembimbing/Promotor) - ; Prani Sastiono (Penguji) - ; Santika Djamaluddin (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menguji peran infrastruktur digital dalam memoderasi pengaruh foreign direct investment (FDI) terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia. Mengingat FDI kini semakin bergeser ke sektor digital yang memungkinkan perusahaan multinasional beroperasi tanpa kehadiran fisik yang substansial, infrastruktur digital dan FDI berpotensi berperan sebagai dua saluran alternatif yang saling menggantikan pada margin, sebuah dugaan yang belum diuji secara eksplisit pada konteks Asia dengan pemisahan antara negara maju dan negara berkembang. Menggunakan data panel tidak seimbang dari 29 negara Asia periode 2003-2024, penelitian ini menerapkan estimator two-step System Generalized Method of Moments (System GMM) untuk sampel Asia dan Emerging Market and Developing Economies (EMDE), serta Fixed Effects dengan koreksi Driscoll-Kraay untuk sampel Advanced Economies (AE). Hasil estimasi menunjukkan tiga temuan utama yang konsisten. Pertama, FDI berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan pada seluruh spesifikasi. Kedua, infrastruktur digital juga berpengaruh positif dan signifikan. Ketiga, dan yang paling penting, variabel interaksi antara FDI dan infrastruktur digital bernilai negatif dan signifikan pada taraf 1 persen pada sampel Asia dan EMDE, sehingga menolak hipotesis komplementaritas dan mendukung hipotesis substitusi struktural yang berakar pada transaction cost economics. Pada subsampel AE, variabel interaksi tetap bertanda negatif dengan arah yang sama namun dengan signifikansi yang lebih lemah, yang menunjukkan bahwa efek substitusi bergantung pada besarnya friksi transaksi yang tersisa untuk digantikan, bukan pada tahap awal atau matang pembangunan itu sendiri. Temuan ini memberikan implikasi kebijakan bahwa promosi FDI dan pembangunan infrastruktur digital sebaiknya tidak dirancang sebagai dua target yang independen dan simultan, melainkan disusun dengan bertahap berdasarkan kondisi digital domestik agar tumpang tindih kontribusi terhadap pertumbuhan dapat diminimalkan.