Skripsi
Do Environmental Policy Gaps Shape Bilateral Trade Composition?
Pengarang:
Razaan Rasyid Putra Dharmayoga - ; Alin Halimatussadiah (Penguji) - ; Rizki Nauli Siregar (Pembimbing/Promotor) - ; Robert Arthur Simanjuntak (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis hubungan antara kesenjangan kebijakan lingkungan antarnegara dan komposisi perdagangan bilateral. Terdapat dua model regresi utama yang digunakan untuk: (1) menguji hubungan yang muncul dari adanya kesenjangan keketatan kebijakan lingkungan antarnegara terhadap ekspor barang sektor manufaktur, serta (2) menguji hubungan yang muncul dari profil bauran kebijakan lingkungan suatu negara terhadap perdagangan barang lingkungan. Analisis dilakukan menggunakan data BACI dari 49 negara yang mencakup rentang waktu observasi 2003-2023. Kedua model diestimasi menggunakan Poisson pseudo-maximum likelihood (PPML) dengan Fixed Effect. Model profil bauran kebijakan lingkungan menggunakan Ward hierarchical clustering untuk menemukan klaster profil bauran kebijakan negara. Kami menemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kesenjangan kebijakan dan perbedaan nilai ekspor relatif terhadap intensitas polusi suatu sektor manufaktur. Ketika dilakukan analisis sub-sample, ditemukan hasil yang tidak seragam. Pasangan eksportir-importir yang merupakan negara OECD menunjukkan peningkatan pada ekspor barang sektor manufaktur ketika intensitas polusi di sektor tersebut relatif lebih tinggi. Sementara itu, pasangan sesama negara non-OECD menunjukkan penurunan pada ekspor barang manufaktur ketika intensitas polusi di sektor tersebut relatif lebih tinggi. Kami juga menemukan bahwa profil bauran kebijakan lingkungan comprehensive memiliki ekspor barang lingkungan yang lebih sedikit relatif terhadap profil minimal-intervention, dengan profil lainnya memiliki hubungan tidak signifikan ketika menggunakan definisi barang lingkungan secara luas oleh OECD (Full CLEG). Hubungan ini berubah ketika menggunakan definisi barang lingkungan secara lebih sempit (Core CLEG+ dan Core CLEG). Pada definisi sempit tersebut, arah hubungan pada sisi eksportir berbalik: ketiga profil yang aktif secara kebijakan lingkungan (Regulation and Trade, Market Pricing, dan Comprehensive) menunjukkan ekspor barang lingkungan yang secara signifikan lebih tinggi relatif terhadap profil Minimal Intervention, sementara pada sisi importir ketiga profil tersebut justru mengimpor barang lingkungan inti yang lebih sedikit. Secara keseluruhan, hubungan antara perbedaan kebijakan lingkungan dan komposisi perdagangan bilateral bersifat terbatas dan tidak seragam, bervariasi antarkelompok negara pada Model A dan antardefinisi barang lingkungan pada Model B.