Skripsi
Analisis Dampak Kebijakan Pengetatan Moneter (Monetary Tightening) Bank Federal (The Fed) terhadap Volatilitas Indeks Saham Syariah ASEAN 4 Periode 2020-2026
Pengarang:
Muzaffar Huda - ; Permata Wulandari (Pembimbing/Promotor) - ; Ronald Rulindo (Penguji) - ; Ruri Eka Fauziah Nasution (Penguji) -
Deskripsi
Kebijakan moneter Bank Federal Amerika Serikat merupakan salah satu determinan utama kondisi keuangan global yang transmisinya diperkirakan mempengaruhi volatilitas pasar modal syariah ASEAN, namun bukti empiris mengenai arah dan besaran dampaknya dalam konteks siklus moneter lengkap masih sangat terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dua tahap pada data Januari 2020–April 2026, dengan estimasi model GARCH-family pada return harian JII (Indonesia), FBMHS (Malaysia), FSTSH (Thailand), dan SGX Islamic (Singapura) untuk mengonstruksi conditional variance, dilanjutkan regresi OLS Newey-West HAC pada 75 observasi bulanan guna menguji pengaruh perubahan Federal Funds Rate (D(FFR)) terhadap volatilitas dengan variabel kontrol nilai tukar, inflasi, VIX, dan GPR. Hasil menunjukkan seluruh indeks syariah ASEAN-4 mengonfirmasi volatility clustering dan persistensi volatilitas yang signifikan (H2 diterima) serta leverage effect universal di mana bad news memicu volatilitas 1,87–3,44 kali lebih besar dibanding good news (H3 diterima), sementara D(FFR) berpengaruh signifikan namun negatif di Indonesia (−8,38), Thailand (−5,80), dan Singapura (−2,51) sehingga H1 ditolak, dengan Malaysia sebagai satu-satunya pengecualian yang tidak signifikan. Temuan ini mencerminkan bekerjanya certainty effect dari credible forward guidance The Fed dan buffer screening syariah yang meredam repricing cost of capital, sekaligus mengonfirmasi heterogenitas struktural yang signifikan antarnegara ASEAN-4 (H4 diterima).