Skripsi
Pengaruh Kinerja Keuangan, Risiko Kredit, dan Risiko Likuiditas terhadap Stabilitas Perbankan Syariah di Indonesia: Analisis Sebelum dan Sesudah Merger Bank Syariah Indonesia (BSI)
Pengarang:
Elfrida Azizah Rahmah - ; Risna Triandhari (Pembimbing/Promotor) - ; Miranti Kartika Dewi (Penguji) - ; Karina Wulandari (Penguji) - ; Ronald Rulindo (Pembimbing/Promotor) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis hubungan antara kinerja keuangan, risiko kredit, dan risiko likuiditas dengan stabilitas perbankan syariah di Indonesia. Penelitian ini juga membandingkan kondisi keempat aspek tersebut sebelum dan sesudah merger Bank Syariah Indonesia (BSI). Data yang digunakan adalah data panel kuartalan dari 12 Bank Umum Syariah selama periode 2017–2024, dengan total 320 observasi. Stabilitas bank diukur menggunakan Z-Score, sedangkan analisis dilakukan melalui regresi data panel fixed effects dan uji beda berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas, kinerja keuangan, dan risiko kredit tidak berbeda secara signifikan antara periode sebelum dan sesudah merger BSI. Sebaliknya, risiko likuiditas menurun secara signifikan setelah merger, yang menunjukkan bahwa posisi likuiditas perbankan syariah menjadi lebih kuat pada periode tersebut. Selain itu, hasil regresi menunjukkan bahwa kinerja keuangan berhubungan positif dan signifikan dengan stabilitas bank pada seluruh periode yang diteliti, sedangkan risiko kredit dan risiko likuiditas tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa stabilitas perbankan syariah lebih konsisten ditentukan oleh kinerja keuangan dibandingkan indikator risiko pada penelitian ini. Pada periode sesudah merger, kondisi antarbank juga cenderung lebih seragam, yang menunjukkan bahwa industri masih berada pada tahap penyesuaian pasca-konsolidasi.