Disertasi
Potensi Implementasi Audit Partisipasi Publik: Tahapan Proses, Faktor Pendukung dan Tantangannya di Indonesia
Pengarang:
Hardini Lestiani Hernusa - ; Lindawati Gani (Pembimbing/Promotor) - ; Elvia Rosantina (Pembimbing/Promotor) - ; Miranti Kartika Dewi (Pembimbing/Promotor) - ; Nanda Ayu Wijayanti (Penguji) - ; Yulianti (Penguji) - ; Desi Adhariani (Penguji) - ; Eliza Fatima (Penguji) - ; Bambang Pamungkas (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menguji bagaimana faktor-faktor pendorong (regulasi, kepemimpinan, kapasitas
kelembagaan, dan keterlibatan organisasi masyarakat sipil/CSO) memengaruhi tahapan
perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan Audit Partisipasi Publik (APP), serta bagaimana
tahapan-tahapan tersebut berkontribusi terhadap efektivitas audit secara keseluruhan di
Indonesia, di mana implementasi APP masih belum berkembang meskipun kerangka regulasinya
telah tersedia.
Pendekatan metode campuran (mixed-methods) digunakan dengan mengintegrasikan data survei
kuantitatif dari 442 auditor Lembaga Pemeriksa Tertinggi (SAI) Indonesia dan 155 perwakilan
CSO dengan wawancara kualitatif bersama pimpinan SAI Indonesia (BPK) dan CSO (IBP
Indonesia dan Seknas FITRA).
Temuan penelitian menyoroti pentingnya kesiapan institusional dan kolaborasi pemangku
kepentingan pada tahap awal, khususnya pada tahap perencanaan dan pelaksanaan, dalam
memperkuat potensi implementasi proses APP dan meningkatkan efektivitas audit secara
keseluruhan. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya berfokus pada SAI Indonesia
dan kelompok CSO tertentu, serta adanya asumsi hubungan linear dalam model struktural.
Penelitian ini memberikan bukti empiris baru dengan menghubungkan dimensi institusional dan
partisipatif terhadap efektivitas audit partisipasi publik dalam konteks sektor publik di Indonesia.
Temuan ini memberikan panduan praktis untuk memperkuat kerangka audit partisipasi publik
yang inklusif melalui penyelarasan regulasi, komitmen kepemimpinan, peningkatan kapasitas
kelembagaan, dan kolaborasi terstruktur dengan CSO.
kelembagaan, dan keterlibatan organisasi masyarakat sipil/CSO) memengaruhi tahapan
perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan Audit Partisipasi Publik (APP), serta bagaimana
tahapan-tahapan tersebut berkontribusi terhadap efektivitas audit secara keseluruhan di
Indonesia, di mana implementasi APP masih belum berkembang meskipun kerangka regulasinya
telah tersedia.
Pendekatan metode campuran (mixed-methods) digunakan dengan mengintegrasikan data survei
kuantitatif dari 442 auditor Lembaga Pemeriksa Tertinggi (SAI) Indonesia dan 155 perwakilan
CSO dengan wawancara kualitatif bersama pimpinan SAI Indonesia (BPK) dan CSO (IBP
Indonesia dan Seknas FITRA).
Temuan penelitian menyoroti pentingnya kesiapan institusional dan kolaborasi pemangku
kepentingan pada tahap awal, khususnya pada tahap perencanaan dan pelaksanaan, dalam
memperkuat potensi implementasi proses APP dan meningkatkan efektivitas audit secara
keseluruhan. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya berfokus pada SAI Indonesia
dan kelompok CSO tertentu, serta adanya asumsi hubungan linear dalam model struktural.
Penelitian ini memberikan bukti empiris baru dengan menghubungkan dimensi institusional dan
partisipatif terhadap efektivitas audit partisipasi publik dalam konteks sektor publik di Indonesia.
Temuan ini memberikan panduan praktis untuk memperkuat kerangka audit partisipasi publik
yang inklusif melalui penyelarasan regulasi, komitmen kepemimpinan, peningkatan kapasitas
kelembagaan, dan kolaborasi terstruktur dengan CSO.