Skripsi
Korupsi Kecil sebagai Penghambat atau Pelancar Inovasi? Bukti Empiris dari Indonesia
Pengarang:
Hafid Mahendra Rizqi - ; Ashintya Damayati (Pembimbing/Promotor) - ; T.M. Zakir Sjakur Machmud (Penguji) - ; Tjahjanto Budisatrio (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis pengaruh Korupsi dalam bentuk suap terhadap inovasi perusahaan di Indonesia, serta menguji peran hambatan birokrasi sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan data World Bank Enterprise Survey (WBES) Indonesia dari dua gelombang, yaitu 2015 dan 2023, dengan pendekatan pooled cross section yang dengan 2.243 observasi perusahaan. Variabel suap (BRIBE) diukur sebagai dummy yang bernilai 1 jika perusahaan melaporkan membayar pembayaran informal kepada pejabat publik. Estimasi dilakukan menggunakan Linear Probability Model, Logit, dan Probit sebagai model dasar, kemudian dilanjutkan dengan koreksi endogenitas melalui pendekatan instrumental variable (IV-2SLS dan IV Probit) menggunakan instrumen rata-rata suap pada sel sektor-provinsi-tahun. Hasil estimasi tanpa koreksi endogenitas menunjukkan bahwa BRIBE tidak berpengaruh signifikan terhadap inovasi produk maupun inovasi proses. Namun, setelah endogenitas dikoreksi, BRIBE (instrumented) berpengaruh positif dan signifikan terhadap inovasi produk, mendukung hipotesis greasing the wheels, sementara pengaruhnya terhadap inovasi proses tetap tidak signifikan. Hipotesis mengenai peran moderasi hambatan birokrasi tidak terdukung di seluruh spesifikasi. Penelitian ini juga menemukan bahwa kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D) serta pelatihan tenaga kerja merupakan determinan inovasi yang j auh lebih kuat dibandingkan suap. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun suap dapat berperan sebagai mekanisme informal yang memperlancar inovasi produk dalam konteks birokrasi yang tidak efisien, investasi pada kapasitas internal perusahaan tetap menjadi jalur utama yang lebih dapat diandalkan untuk mendorong inovasi.