Skripsi
Pengaruh Finansialisasi Perusahaan terhadap Pengambilan Risiko: Peran Fleksibilitas Keuangan sebagai Moderasi pada Perusahaan Manufaktur Indonesia Tahun 2020-2024
The Influence of Corporate Financialization on Risk-Taking: The Role of Financial Flexibility as Moderation in Indonesian Manufacturing Companies 2020-2024
Pengarang:
Winda Olilia - ; Rahmat Aryo Baskoro (Pembimbing/Promotor) - ; Dewi Hanggraeni (Penguji) - ; Fajar Trijatmiko (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh finansialisasi perusahaan terhadap pengambilan risiko serta menguji peran fleksibilitas keuangan sebagai variabel moderasi pada perusahaan manufaktur Indonesia periode 2020-2024. Sampel penelitian yang digunakan adalah 123 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020-2024. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi data panel. Model pertama tanpa moderasi dianalisis menggunakan Random Effect Model dengan White diagonal standard errors, sedangkan model moderasi dianalisis menggunakan Fixed Effect Model dengan cross-section weights dan White diagonal standard errors untuk mengoreksi masalah heteroskedastisitas dan autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa finansialisasi perusahaan berpengaruh negatif yang signifikan terhadap pengambilan risiko perusahaan. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan aktivitas finansialisasi cenderung menurunkan kecenderungan perusahaan dalam mengambil risiko. Fleksibilitas keuangan terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengambilan risiko, yang menunjukkan bahwa perusahaan dengan fleksibilitas keuangan yang lebih tinggi cenderung lebih berani dalam mengambil risiko. Namun, variabel interaksi antara finansialisasi perusahaan dan fleksibilitas keuangan tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pengambilan risiko, yang mengindikasikan fleksibilitas keuangan tidak mampu memoderasi hubungan antara finansialisasi perusahaan dan pengambilan risiko perusahaan. Temuan ini memberikan implikasi bahwa aktivitas finansialisasi perusahaan cenderung digunakan sebagai instrumen pengurangan risiko dibandingkan untuk mendorong pengambilan risiko yang lebih tinggi.