Skripsi
Dilema Penugasan Negara dan Korporatisasi pada BUMN Strategis Indonesia: Analisis Konflik Peran dan Dampaknya terhadap Kinerja Keuangan PT Pertamina, PT PLN, PT KAI, dan PT PELNI Periode 2015-2024
The Dilemma of State Assignment and Corporatization in Indonesia's Strategic State-Owned Enterprises: An Analysis of Role Conflict and Its Impact on the Financial Performance of PT Pertamina, PT PLN, PT KAI, and PT PELNI (2015-2024)
Pengarang:
Imam Risky - ; Tika Arundina Aswin (Pembimbing/Promotor) - ; Fenny Rosmanita (Pembimbing/Promotor) - ; Yusuf Wibisono (Penguji) - ; Putu Angga Widyastaman (Penguji) -
Deskripsi
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) strategis di Indonesia menghadapi dilema struktural antara menjalankan penugasan negara dan menjaga kinerja korporasi, sebuah kondisi yang dalam penelitian ini dipahami sebagai karakter inheren organisasi hibrida. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penugasan negara (mandat publik) dan struktur keuangan terhadap kinerja keuangan PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT PELNI (Persero) selama periode 2015-2024, sekaligus menguji apakah pola dilema tersebut konsisten lintas sektor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain data panel (N=4, T=10, 40 observasi), di mana mandat publik diproksikan melalui Public Mandate Exposure Ratio (PMER) dan Public Mandate Receivable Exposure (PMRE), struktur keuangan diproksikan melalui Debt to Asset Ratio (DAR), dan kinerja keuangan diproksikan melalui Return on Assets (ROA) dan Net Profit Margin (NPM). Data dianalisis menggunakan regresi data panel dengan model Two-Way Fixed Effects, didukung serangkaian uji asumsi klasik dan robustness check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DAR berpengaruh negatif dan signifikan secara konsisten terhadap ROA maupun NPM pada seluruh spesifikasi model; PMER berpengaruh negatif secara konsisten namun dengan signifikansi yang bervariasi antarmodel; PMRE tidak terbukti berpengaruh negatif sebagaimana dihipotesiskan; dan pola pengaruh mandat publik serta struktur keuangan terbukti tidak seragam lintas keempat entitas, mengikuti karakter sektoralnya masing-masing. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dilema mandat-korporatisasi pada BUMN strategis Indonesia bersifat struktural, bukan sekadar persoalan sektoral yang terisolasi, dan hasil ini diinterpretasikan melalui kerangka Agency Theory, Institutional Theory, Hybrid Organization Theory, serta perspektif ekonomi Islam mengenai amanah, 'adl, dan tawazun dalam pengelolaan sumber daya publik.