Skripsi
Bencana, Kapasitas Institusi, dan Kemiskinan: Bukti Spasial dari Kabupaten/Kota di Indonesia
Disaster, Institutional Capacity, and Poverty: Spatial Evidence from Indonesian Districts
Pengarang:
Janitra Muriza Lathifah - ; Khoirunurrofik (Pembimbing/Promotor) - ; Paksi C.K. Walandouw (Penguji) - ; Titissari (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis pengaruh bencana alam terhadap tingkat kemiskinan di 514 kabupaten/kota di Indonesia selama periode 2014–2023 dengan menguji peran moderasi kapasitas institusi lokal serta mengidentifikasi keberadaan efek limpahan spasial (spatial spillover) dari dampak bencana. Menggunakan pendekatan Fixed Effect dan Spatial Durbin Model (SDM), penelitian ini mengukur intensitas bencana melalui empat indikator, yaitu rasio rumah rusak, bangunan publik rusak, korban jiwa, dan korban terdampak, serta mengoperasionalisasikan variabel moderasi kapasitas institusi ke dalam empat dimensi resiliensi bencana (4R) Bruneau et al., (2003): redundancy, resourcefulness, robustness, dan rapidity. Hasil estimasi menunjukkan bahwa terdapat efek spillover bencana terhadap kemiskinan dengan perbedaan pola antara kerusakan rumah dan kerusakan bangunan publik, yakni kerusakan rumah berdampak secara langsung dan terlokalisasi pada daerah yang terdampak, sedangkan kerusakan bangunan publik justru menimbulkan efek limpahan yang lebih besar terhadap kemiskinan di daerah tetangga. Selain itu, dari empat dimensi kapasitas institusi yang diuji, skor opini audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan sistem peringatan dini (EWS) terbukti memoderasi dampak bencana terhadap kemiskinan pada efek langsung dan tidak langsung. Kajian Risiko Bencana (KRB) dan Belanja Tidak Terduga (BTT) belum menunjukkan efektivitas moderasi yang kuat dan konsisten.