Skripsi
Peran Pemanfaatan Aksesibilitas Fasilitas Kesehatan dalam Pemanfaatan Antenatal Care di Indonesia
The Role of Health Facility Accessibility Utilization in Antenatal Care Utilization in Indonesia
Pengarang:
Nisa Hanifah Nur Syarifa - ; Syarifah Liza Munira (Pembimbing/Promotor) - ; Thia Jasmina (Penguji) - ; Prita Nurmalia Kusumawardhani (Penguji) -
Deskripsi
Antenatal Care (ANC) merupakan pelayanan penting untuk menjamin kesehatan ibu dan janin
selama kehamilan, namun pencapaian standar kunjungannya masih dipengaruhi oleh hambatan
aksesibilitas fisik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh aksesibilitas fisik terhadap
tingkat pencapaian standar ANC pada ibu hamil di Indonesia, dengan mengontrol karakteristik
kesehatan ibu, sosial, dan ekonomi. Penelitian menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia
(SKI) 2023 terhadap 51.887 ibu yang melakukan pemeriksaan ANC, dianalisis menggunakan
regresi logistik ordinal tersurvei (survey-weighted ordered logistic regression). Variabel terikat
adalah tingkat pencapaian standar ANC dalam tiga kategori ordinal (K1, K4, K6). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas fisik merupakan determinan signifikan. Waktu
tempuh ke fasilitas kesehatan berpengaruh negatif, di mana setiap penambahan satu menit
menurunkan odds pencapaian standar ANC yang lebih lengkap sebesar 0,6 persen. Jenis
transportasi menunjukkan hierarki yang jelas, dengan pengguna kendaraan pribadi mobil (OR
= 4,9) dan transportasi udara (OR = 7,4) memiliki odds tertinggi dibandingkan ibu yang
berjalan kaki, sementara transportasi air memiliki odds terendah di antara moda bermotor.
Karakteristik lain turut berpengaruh: umur menunjukkan pola non-linier, pendidikan dan
indeks kepemilikan menunjukkan gradien positif, serta terdapat disparitas geografis dengan
Indonesia Timur memiliki pencapaian lebih rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya
pemerataan distribusi fasilitas kesehatan, dukungan transportasi, dan kebijakan terlokalisasi
untuk meningkatkan cakupan ANC sesuai standar.
selama kehamilan, namun pencapaian standar kunjungannya masih dipengaruhi oleh hambatan
aksesibilitas fisik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh aksesibilitas fisik terhadap
tingkat pencapaian standar ANC pada ibu hamil di Indonesia, dengan mengontrol karakteristik
kesehatan ibu, sosial, dan ekonomi. Penelitian menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia
(SKI) 2023 terhadap 51.887 ibu yang melakukan pemeriksaan ANC, dianalisis menggunakan
regresi logistik ordinal tersurvei (survey-weighted ordered logistic regression). Variabel terikat
adalah tingkat pencapaian standar ANC dalam tiga kategori ordinal (K1, K4, K6). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas fisik merupakan determinan signifikan. Waktu
tempuh ke fasilitas kesehatan berpengaruh negatif, di mana setiap penambahan satu menit
menurunkan odds pencapaian standar ANC yang lebih lengkap sebesar 0,6 persen. Jenis
transportasi menunjukkan hierarki yang jelas, dengan pengguna kendaraan pribadi mobil (OR
= 4,9) dan transportasi udara (OR = 7,4) memiliki odds tertinggi dibandingkan ibu yang
berjalan kaki, sementara transportasi air memiliki odds terendah di antara moda bermotor.
Karakteristik lain turut berpengaruh: umur menunjukkan pola non-linier, pendidikan dan
indeks kepemilikan menunjukkan gradien positif, serta terdapat disparitas geografis dengan
Indonesia Timur memiliki pencapaian lebih rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya
pemerataan distribusi fasilitas kesehatan, dukungan transportasi, dan kebijakan terlokalisasi
untuk meningkatkan cakupan ANC sesuai standar.