Skripsi
The Cost of Distance: Spatial Patterns of Wage Inequality and Human Development across Indonesian Provinces
Biaya Jarak: Pola Spasial Ketimpangan Upah dan Pembangunan Manusia di Provinsi-Provinsi Indonesia
Pengarang:
Dimas Agung Wijayanto - ; Irfani Fithria Ummul Muzayanah (Pembimbing/Promotor) - ; Dwini Handayani (Penguji) - ; Halomoan Achmadi Ringoringo (Penguji) -
Deskripsi
Studi mandiri ini mengkaji pola spasial ketimpangan upah di antara provinsi-provinsi Indonesia menggunakan data yang dipublikasikan BPS dari SAKERNAS Agustus 2022, 2023, dan 2024, dilengkapi dengan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tingkat provinsi. Analisis bersifat deskriptif, dengan tujuan memetakan distribusi upah nominal rata-rata bulanan di seluruh 38 provinsi serta mengkaji hubungannya dengan capaian pembangunan manusia. Studi ini menemukan bahwa distribusi upah sangat timpang, dengan rasio tertinggi-terendah sebesar 2,46 berbanding 1 pada tahun 2024. DKI Jakarta memimpin dengan rata-rata Rp 5,81 juta, sementara Nusa Tenggara Barat mencatat upah terendah sebesar Rp 2,37 juta. Puncak distribusi mencerminkan dua mekanisme berbeda: aglomerasi perkotaan di DKI Jakarta dan provinsi-provinsi sekitarnya, serta rente sumber daya alam dan kompensasi keterpencilan di Papua Tengah dan Kalimantan Timur. Temuan paling signifikan adalah bahwa provinsi-provinsi penghasil tambang menggabungkan upah tertinggi dengan skor IPM terendah di negeri ini, menggambarkan pemisahan antara upah sektor ekstraktif dan pembangunan manusia yang lebih luas. Ketimpangan upah antar provinsi sedikit mengecil selama periode pengamatan.