Skripsi
The Impact of Board Gender Diversity on Corporate Social Responsibility : Evidence from the Banking Sector in Emerging Southeast Asia Market
Pengaruh Keberagaman Gender Dewan Direksi terhadap kinerja CSR Studi Empiris pada Sektor Perbankan di Pasar Berkembang Asia Tenggara
Deskripsi
Diskusi terkini dalam tata kelola perusahaan semakin menekankan komposisi dewan,
khususnya di sektor perbankan, seiring dengan meningkatnya ekspektasi terkait tanggung
jawab ESG. Namun, bukti dari pasar berkembang masih belum konklusif mengenai sejauh
mana keberagaman gender dalam dewan secara langsung memengaruhi keterlibatan CSR.
Dalam konteks ini, penelitian ini mengkaji bagaimana keberagaman gender pada tingkat
dewan serta berbagai struktur kepemilikan, yaitu foreign, state-owned, private, and domestic
ownership, membentuk keterlibatan CSR pada bank-bank publik terpilih di Indonesia,
Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Analisis didasarkan pada panel seimbang bank
yang diamati selama periode 2019–2024, dengan menggunakan model regresi efek tetap dan
efek acak berkorelasi. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan
secara statistik antara keberagaman gender dewan dan kinerja CSR, sementara variasi dalam
struktur kepemilikan juga tidak secara berarti memoderasi hubungan tersebut. Meskipun
demikian, bank milik negara secara konsisten mencatat skor ESG agregat yang lebih tinggi
dibandingkan dengan jenis kepemilikan lainnya. Secara keseluruhan, temuan ini
mengindikasikan bahwa praktik CSR dalam sistem perbankan Asia Tenggara lebih didorong
oleh lingkungan regulasi dan tekanan institusional yang lebih luas daripada oleh komposisi
demografis pada tingkat dewan. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan hasil CSR pada
bank di pasar berkembang kemungkinan akan lebih efektif jika difokuskan pada penguatan
mekanisme tata kelola serta kejelasan regulasi terkait keberlanjutan.
khususnya di sektor perbankan, seiring dengan meningkatnya ekspektasi terkait tanggung
jawab ESG. Namun, bukti dari pasar berkembang masih belum konklusif mengenai sejauh
mana keberagaman gender dalam dewan secara langsung memengaruhi keterlibatan CSR.
Dalam konteks ini, penelitian ini mengkaji bagaimana keberagaman gender pada tingkat
dewan serta berbagai struktur kepemilikan, yaitu foreign, state-owned, private, and domestic
ownership, membentuk keterlibatan CSR pada bank-bank publik terpilih di Indonesia,
Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Analisis didasarkan pada panel seimbang bank
yang diamati selama periode 2019–2024, dengan menggunakan model regresi efek tetap dan
efek acak berkorelasi. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan
secara statistik antara keberagaman gender dewan dan kinerja CSR, sementara variasi dalam
struktur kepemilikan juga tidak secara berarti memoderasi hubungan tersebut. Meskipun
demikian, bank milik negara secara konsisten mencatat skor ESG agregat yang lebih tinggi
dibandingkan dengan jenis kepemilikan lainnya. Secara keseluruhan, temuan ini
mengindikasikan bahwa praktik CSR dalam sistem perbankan Asia Tenggara lebih didorong
oleh lingkungan regulasi dan tekanan institusional yang lebih luas daripada oleh komposisi
demografis pada tingkat dewan. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan hasil CSR pada
bank di pasar berkembang kemungkinan akan lebih efektif jika difokuskan pada penguatan
mekanisme tata kelola serta kejelasan regulasi terkait keberlanjutan.