Skripsi
Pengaruh Perceived Value, Brand Image, Religious Belief dan Halal Certification terhadap Repurchase Intention Produk Kosmetik Halal pada Generasi Z Muslim di Indonesia
The Influence of Perceived Value, Brand Image, Religious Belief,and Halal Certification on the Repurchase Intention of Halal Cosmetic Products among Muslim Generation Z in Indonesia
Pengarang:
Sandra Frilita Dewi - ; Nissa Ghulma Ratnasari (Pembimbing/Promotor) - ; Imam Salehudin (Penguji) - ; Imbuh Sulistyarini (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived value dan brand image terhadap trust, pengaruh religious belief dan halal certification terhadap halal awareness, serta pengaruh trust, brand image, religious belief, dan halal awareness terhadap attitude toward product pada produk kosmetik halal di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis pengaruh trust, attitude toward product, dan halal awareness terhadap repurchase intention konsumen produk kosmetik halal. Penelitian ini berfokus pada konsumen Muslim Generasi Z di Indonesia yang memiliki pengalaman menggunakan produk kosmetik halal, khususnya kategori makeup dan skincare. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode single cross-sectional survey dan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara daring kepada 199 responden. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived value dan brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap trust. Selanjutnya, religious belief dan halal certification berpengaruh positif dan signifikan terhadap halal awareness. Penelitian ini juga menemukan bahwa trust, brand image, dan religious belief berpengaruh positif dan signifikan terhadap attitude toward product, sedangkan halal awareness tidak berpengaruh signifikan terhadap attitude toward product. Selain itu, trust dan attitude toward product berpengaruh positif dan signifikan terhadap repurchase intention, sedangkan halal awareness tidak berpengaruh signifikan terhadap repurchase intention. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konsumen Generasi Z cenderung lebih mempertimbangkan kualitas produk, pengalaman penggunaan, harga, dan citra merek dibandingkan hanya aspek kesadaran halal dalam membentuk sikap maupun niat pembelian ulang terhadap produk kosmetik halal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan literatur pemasaran halal, khususnya terkait perilaku konsumen Generasi Z pada industri kosmetik halal. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan implikasi praktis bagi pelaku industri kosmetik halal dalam meningkatkan loyalitas konsumen melalui penguatan trust, brand image, kualitas produk, serta strategi komunikasi halal yang lebih efektif.