Skripsi
Pengaruh Tingkat Free Float Terhadap Likuiditas Dan Volatilitas Harga Saham Pada Emiten Berkapitalisasi Pasar Besar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2025
The Effect of Free Float Levels on Stock Liquidity and Price Volatility Among Large-Capitalization Issuers on the Indonesia Stock Exchange, 2019-2025
Pengarang:
Aryo Wisnu Dewanto - ; Karina Wulandari (Pembimbing/Promotor) - ; Asiah Muchtar (Penguji) - ; Fajar Ayu Pinagara (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menguji pengaruh tingkat free float terhadap likuiditas dan volatilitas harga saham pada emiten berkapitalisasi pasar besar yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019 hingga 2025. Likuiditas diukur melalui dua dimensi yang saling melengkapi, yaitu turnover ratio untuk intensitas perdagangan dan Amihud illiquidity ratio untuk price impact, sementara volatilitas diukur melalui standar deviasi log return harian tahunan. Sampel penelitian terdiri atas 175 emiten dengan total 1.225 observasi emiten-tahun dalam panel seimbang, bersumber dari S&P Global Capital IQ. Analisis utama menggunakan regresi panel two-way fixed effects dengan cluster-robust standard errors pada dimensi perusahaan, dilengkapi uji one-way ANOVA untuk membandingkan tiga kelompok emiten yang dibentuk berdasarkan threshold regulasi free float, yaitu di bawah 7,5 persen, 7,5 hingga 15 persen, dan di atas 15 persen.
Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang bersifat asimetris antar dimensi kualitas pasar. Free float berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover ratio (? = 0,0121; p = 0,011), sehingga hipotesis pertama didukung oleh data: kenaikan threshold free float sebesar 7,5 poin persentase, sejalan dengan arah reformasi OJK, berkaitan dengan peningkatan turnover sekitar 25 persen dari rata-rata sampel. Sebaliknya, pengaruh free float terhadap Amihud illiquidity ratio (p = 0,381) dan terhadap volatilitas harga saham (p = 0,147) tidak terbukti signifikan secara statistik dalam kerangka within-firm. Analisis ANOVA memperkuat pola ini: perbedaan turnover dan Amihud antar kelompok free float signifikan (F = 35,33 dan F = 40,53; p < 0,01), sementara volatilitas tidak berbeda secara sistematis antar kelompok (F = 0,81; p = 0,447).
Temuan ini mengindikasikan bahwa reformasi threshold minimum free float di Bursa Efek Indonesia paling relevan untuk mendorong aktivitas perdagangan, namun belum memiliki bukti empiris yang cukup untuk mendorong perbaikan kedalaman pasar atau menekan volatilitas harga. Nuansa ini penting bagi regulator dalam menyusun ekspektasi hasil dari agenda reformasi yang tengah berjalan, di tengah tekanan penilaian aksesibilitas pasar oleh MSCI.
Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang bersifat asimetris antar dimensi kualitas pasar. Free float berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover ratio (? = 0,0121; p = 0,011), sehingga hipotesis pertama didukung oleh data: kenaikan threshold free float sebesar 7,5 poin persentase, sejalan dengan arah reformasi OJK, berkaitan dengan peningkatan turnover sekitar 25 persen dari rata-rata sampel. Sebaliknya, pengaruh free float terhadap Amihud illiquidity ratio (p = 0,381) dan terhadap volatilitas harga saham (p = 0,147) tidak terbukti signifikan secara statistik dalam kerangka within-firm. Analisis ANOVA memperkuat pola ini: perbedaan turnover dan Amihud antar kelompok free float signifikan (F = 35,33 dan F = 40,53; p < 0,01), sementara volatilitas tidak berbeda secara sistematis antar kelompok (F = 0,81; p = 0,447).
Temuan ini mengindikasikan bahwa reformasi threshold minimum free float di Bursa Efek Indonesia paling relevan untuk mendorong aktivitas perdagangan, namun belum memiliki bukti empiris yang cukup untuk mendorong perbaikan kedalaman pasar atau menekan volatilitas harga. Nuansa ini penting bagi regulator dalam menyusun ekspektasi hasil dari agenda reformasi yang tengah berjalan, di tengah tekanan penilaian aksesibilitas pasar oleh MSCI.