Skripsi
Studi Kekakuan Biaya (Cost Stickiness) pada Beban Penjualan, Umum, dan Administrasi, Harga Pokok Penjualan, dan Biaya Tenaga Kerja: Bukti Empiris pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia 2016-2024
A Study of Cost Stickiness in Selling, General, and Administrative Expenses, Cost of Goods Sold, and Labor Costs: Empirical Evidence from Manufacturing Companies on the Indonesia Stock Exchange 2016-2024
Pengarang:
Shidqiy Hudyankarim Afthony - ; Zuliani Dalimunthe (Pembimbing/Promotor) - ; Rahmat Aryo Baskoro (Penguji) - ; Shalahuddin Haikal (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku asimetri biaya (cost stickiness) pada tiga kategori beban: Beban Penjualan, Umum, dan Administrasi (SGA), Biaya Tenaga Kerja, dan Harga Pokok Penjualan (COGS) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain data panel. Data diolah menggunakan spesifikasi Common Effect Model (CEM) yang dikoreksi dengan Firm-Level Clustered Standard Errors untuk menjamin validitas inferensi statistik terhadap heteroskedastisitas dan korelasi serial. Prosedur winsorisasi pada persentil 1% dan 99% diterapkan untuk mengendalikan pengaruh nilai ekstrem. Hasil estimasi regresi menunjukkan bahwa koefisien variabel interaksi penurunan penjualan () pada seluruh model (SGA, Biaya Tenaga Kerja, dan COGS) terbukti tidak signifikan secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa fenomena cost stickiness tidak terjadi pada emiten manufaktur di Indonesia; sebaliknya, seluruh komponen biaya bergerak secara simetris dan proporsional terhadap perubahan volume penjualan. Hasil ini menolak hipotesis kekakuan biaya dan merefleksikan tingkat disiplin efisiensi serta fleksibilitas operasional yang tinggi pada perusahaan manufaktur di Indonesia. Temuan ini memberikan kontribusi empiris terhadap literatur akuntansi manajemen mengenai perilaku biaya di pasar berkembang, serta memberikan implikasi strategis bagi manajemen perusahaan dalam mempertahankan lean structure dan bagi investor dalam mengevaluasi profil risiko serta ketahanan laba emiten manufaktur.